Jangan Tunggu Sakit! Ini Pentingnya Vaksin Dewasa dan EV71 yang Tak Boleh Dianggap Sepele

3 hours ago 1

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:30 WIB

Tangerang, VIVA – Perlindungan kesehatan keluarga tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat dan pengobatan saat sakit. Di tengah meningkatnya kasus penyakit menular, vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang semakin penting dilakukan, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa. 

Banyak masyarakat masih menganggap vaksin hanya dibutuhkan saat masa kanak-kanak. Padahal, orang dewasa tetap memiliki risiko tertular sekaligus menularkan berbagai penyakit infeksi kepada orang di sekitarnya, terutama bayi, lansia, hingga anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter spesialis penyakit dalam, Visakha Revena Irawan, menjelaskan bahwa vaksin dewasa masih sering dianggap tidak penting oleh masyarakat.

“Yang sepertinya orang itu gak terlalu familiar ya. Karena kita biasanya familiar untuk vaksin anak, bukan dewasa,” jelas Dokter Visakha dalam diskusi kesehatan bertajuk Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD yang diadakan Kalventis bersama Mandaya Royal Hospital Puri di Tangerang pada Jumat, 29 Mei 2026. 

Padahal, menurutnya, perlindungan dari beberapa jenis vaksin tidak berlangsung seumur hidup sehingga orang dewasa tetap membutuhkan booster atau vaksin ulang.

“Tidak semua vaksin itu bisa kasih kita proteksi seumur hidup. Mostly-nya kita perlu booster,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa orang dewasa dengan aktivitas tinggi lebih rentan terpapar penyakit karena mobilitas yang besar, sering bepergian, hingga lingkungan kerja yang beragam.

“Orang dewasa itu bisa banget bawa penyakit ke rumah,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi penting karena bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis memiliki sistem imun yang lebih rentan dibanding orang dewasa sehat. Karena itu, vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga anggota keluarga lain agar tidak tertular penyakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain vaksin influenza yang dianjurkan setiap tahun, vaksin lain seperti hepatitis B, pneumokokus, dengue, tetanus, hingga Japanese Encephalitis juga mulai banyak direkomendasikan sesuai kondisi dan aktivitas seseorang.

Di sisi lain, meningkatnya kasus HFMD atau Flu Singapura juga menjadi perhatian serius. Perhatian terhadap pentingnya vaksin kembali meningkat setelah kasus HFMD terus ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Penyakit yang banyak menyerang anak-anak ini dapat menyebar dengan sangat cepat di lingkungan sekolah maupun rumah.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-18 tahun 2026, terdapat lebih dari 18 ribu kasus suspect HFMD di Indonesia, dengan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |