JK Ingatkan Serangan Israel-AS ke Iran Bisa Pengaruhi Pasokan Bahan Bakar hingga Perdagangan

11 hours ago 1

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK, mewanti-wanti bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran bisa membawa dampak ekonomi cukup serius bagi Indonesia, terutama soal harga minyak.

“Pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan bahwa rantai logistik antara Indonesia dan kawasan Timur Tengah kini juga ikut terganggu. Termasuk penerbangan dari Timur Tengah ke Indonesia, termasuk jemaah umrah yang ada di Tanah Suci.

Kepulan Asap Pasca Serangan ke Iran

Photo :

  • Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images.

"Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali," ujar Jusuf Kalla.

Di sisi lain, ia meyakini tekanan tak berhenti pada sektor energi. Dampak psikologis pasar global juga mulai terasa, sebab semua pihak saat ini merasa ketakutan yang sama.

"Ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu,” ungkap Jusuf Kalla.

Ia menyebut, Indonesia masih bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Maka itu, saat ini Indonesia berada pada posisi rawan bila konflik berlarut. 

“Masalahnya, ya, kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi ekonomi kita akan terkena di situ. Hati-hati dalam waku, apabila ini lama. Mudah-mudahan cepat selesai," harap JK.

Ia pun menjelaskan, secara global sistem logistik kini terhambat, terutama jalur impor-ekspor dari kawasan Timur Tengah ke berbagai wilayah. Artinya, ada suatu logistik sistem impor-ekspor di Timur Tengah ke selatan dan ke utara jadi masalah. 

"Kita antara lain ada di selatan yang mengalami seperti itu,” jelas JK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengingatkan, pasokan bahan bakar nasional bisa terganggu dalam waktu dekat. Bahkan dalam waktu dekat jika persediaan makin menipis.

"Hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu mungkin sebulan. Mungkin kita ada persediaan, rata-rata persediaan kita 3 minggu,” kata JK. Setelah itu kemungkinan masih ada di Singapura, tapi suplai dari Saudi, dari Iran, dari Kuwait itu sekarang pasti terputus," kata Jusuf Kalla.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |