Kapal Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Terbang 10 Persen

1 week ago 4

Senin, 2 Maret 2026 - 12:50 WIB

Jakarta, VIVA Harga minyak dunia melonjak tajam setelah sedikitnya tiga kapal dilaporkan diserang di dekat Selat Hormuz. Sebagaimana diketahui, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat seiring Iran melancarkan balasan atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Selat Hormuz merupakan jalur vital energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melintas melalui kawasan ini. Gangguan kecil saja bisa memicu gejolak harga, apalagi jika konflik berlangsung lama dan menghambat distribusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari BBC, Senin, 2 Maret 2026, dalam perdagangan awal Asia pada pagi ini, harga minyak global sempat melonjak lebih dari 10 persen sebelum kenaikannya sedikit mereda. 

Pada pukul 02.00 GMT, minyak mentah Brent tercatat naik lebih dari 4 persen menjadi US$76,16 per barel atau sekitar Rp1,28 juta (kurs Rp16.800). Sementara minyak mentah AS diperdagangkan di level US$69,67 per barel atau sekitar Rp1,17 juta, juga naik sekitar 4 persen.

Kepala riset energi MST Research, Saul Kavonic, mengatakan pasar sejauh ini belum menunjukkan kepanikan berlebihan. "Pasar tidak sedang panik," ujar Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Research kepada BBC.

"Kini ada kejelasan bahwa sejauh ini transportasi dan infrastruktur produksi minyak belum menjadi target utama dari pihak mana pun," tambahnya.

"Pasar akan mengamati tanda-tanda kembalinya lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang akan membuat harga minyak kembali mereda.

Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan harga minyak bisa menembus US$100 per barel atau sekitar Rp1,68 juta apabila konflik berkepanjangan dan jalur distribusi tetap terganggu.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan, dua kapal terkena proyektil tak dikenal hingga menyebabkan kebakaran. Sebuah proyektil lain dilaporkan meledak sangat dekat dengan kapal ketiga, namun seluruh awak kapal dilaporkan selamat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran sebelumnya telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi Selat Hormuz. Akibatnya, aktivitas pelayaran internasional di pintu masuk selat tersebut hampir terhenti.

Sedikitnya 150 kapal tanker dilaporkan berlabuh di perairan Teluk dan menunggu situasi lebih aman. Platform pelacakan kapal Kpler menyebut hanya beberapa kapal Iran dan China yang tetap melintas.

Halaman Selanjutnya

Analis Kpler, Homayoun Falakshahi, menyebut selat tersebut secara efektif tertutup akibat ancaman Iran. Banyak kapal memilih tidak masuk karena risiko keamanan yang tinggi dan biaya asuransi yang melonjak drastis.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |