Kebijakan DHE SDA Bakal Perkuat Likuiditas Valas dan Ketahanan Eksternal RI

6 hours ago 1

Senin, 1 Juni 2026 - 19:05 WIB

Jakarta, VIVA – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, kebijakan baru pemerintah terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), bisa menjadi lapisan pertahanan tambahan bagi stabilitas eksternal Indonesia.

“Kebijakan ini dapat memperkuat likuiditas valuta asing (valas) domestik, membantu stabilisasi pasar, dan memberi ruang bernapas yang lebih besar bagi sistem keuangan,” kata Yusuf, Senin, 1 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cadangan Devisa Indonesia

Photo :

  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketersediaan dolar AS di dalam negeri, di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Selama ini, Yusuf menilai bahwa sebagian besar DHE tidak bertahan lama dalam sistem keuangan domestik, karena langsung dikonversi ke rupiah atau digunakan untuk berbagai kebutuhan lain. Kondisi tersebut membuat pasokan dolar di pasar domestik relatif terbatas.

Dalam konteks itu, dia berpendapat bahwa manfaat utama kebijakan ini bukan terletak pada peningkatan cadangan devisa negara secara langsung, melainkan pada bertambahnya likuiditas dolar di sistem perbankan nasional.

Dengan likuiditas valas yang lebih besar, pasar keuangan domestik dinilai memiliki ruang yang lebih kuat untuk meredam gejolak eksternal, dan perbankan memiliki akses pendanaan dolar AS yang lebih besar.

Di sisi lain, Yusuf melihat potensi manfaat lain pada kebijakan ini adalah pemanfaatan dana DHE sebagai agunan kredit. Skema tersebut memungkinkan eksportir tetap memperoleh fleksibilitas likuiditas, sementara perbankan memiliki peluang menyalurkan pembiayaan dengan risiko yang lebih terukur.

“Jika dana yang mengendap dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pembiayaan modal kerja, maka eksportir tetap memperoleh fleksibilitas likuiditas sementara bank mendapatkan peluang ekspansi kredit dengan risiko yang relatif rendah. Pada tahap itulah likuiditas mulai berubah menjadi aktivitas ekonomi yang produktif,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, insentif perpajakan yang disiapkan pemerintah diharapkan juga dapat mendorong eksportir mempertahankan dana lebih lama di dalam negeri, sehingga memperkuat pasokan valas nasional.

Meski demikian, Yusuf menyebut efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kemampuan sistem keuangan, dalam menyalurkan likuiditas tersebut ke sektor-sektor produktif. Hal itu guna memastikan dana yang tersimpan tidak hanya memperkuat stabilitas pasar, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan nilai tambah.

Halaman Selanjutnya

“Karena itu saya melihat kebijakan DHE ini sebagai lapisan pertahanan tambahan bagi stabilitas eksternal Indonesia, bukan sebagai solusi tunggal,” ujarnya. (Ant).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |