Kementerian PU Tak Ikut Kebijakan WFH, Ini Alasan Dody Hanggodo

6 hours ago 1

Jumat, 10 April 2026 - 20:45 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak menerapkan kebijakan work from home (WFH), meskipun pemerintah tengah mendorong efisiensi energi di tengah potensi krisis. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyebut keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta pekerjaan infrastruktur yang tidak bisa dilakukan secara jarak jauh.

Dody menegaskan bahwa peran Kementerian PU berkaitan langsung dengan kondisi lapangan, termasuk keterlibatan dalam penanganan situasi darurat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena itu, kehadiran fisik menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Skema WFH di PU sebenarnya nggak terlalu ada WFH, karena kan PU itu di samping pembangunan infrastruktur, kami kan juga termasuk dari bagian tim utama (jika ada bencana), bersam dengan BNPB, karena itu kemudian kami putuskan kami tidak WFH,” ujar Dody kepada awak media, di Gedung Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 10 April 2026.

Ia menekankan bahwa kondisi di lapangan, khususnya di daerah rawan bencana, membuat skema WFH sulit diterapkan. Bahkan, laporan kejadian seperti longsor, banjir, masih terus diterima, sehingga membutuhkan respons cepat dari jajaran kementerian.

“Apalagi di daerah (tentu tidak WFH). Apalagi di tempat-tempat seperti Sumatra, Sumut, Sumbar, malah nggak bisa. Karena saya masih dapat laporan, kasus-kasus itu masih hadir,” katanya.

Dody juga menyinggung adanya kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa, yang semakin mempertegas pentingnya kehadiran langsung petugas di lapangan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Kementerian PU tidak mengikuti skema kerja fleksibel seperti WFH.

Di sisi lain, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memang mendorong langkah efisiensi energi sebagai respons terhadap potensi krisis. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengurangan aktivitas perkantoran melalui WFH.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Kementerian PU memilih pendekatan berbeda dengan tetap menjaga operasional penuh, sembari melakukan penghematan energi di lingkungan kerja. Dody menyebut efisiensi dilakukan melalui pengurangan penggunaan listrik dan pendingin ruangan setelah jam kerja.

“Tapi memang sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo, kita berusaha kerja secara efisien. Jadi setelah jam 5 (sore), listrik kita kurangi sama sekali, AC kita kurangi,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Ia menambahkan bahwa ruang kerja yang memungkinkan ventilasi alami akan dioptimalkan tanpa penggunaan pendingin udara. Melalui langkah tersebut, kementerian berharap tetap dapat berkontribusi pada penghematan energi tanpa mengganggu kinerja.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |