Kemhan RI Perkuat Kedaulatan dan Modernisasi TNI AD Lewat Teknologi Battle-Proven Perancis

3 weeks ago 7

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:34 WIB

Singapura, VIVA Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi kapasitas tempur TNI AD dengan teknologi yang telah teruji di medan laga (battle proven).

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo saat menyambangi booth KNDS, produsen pertahanan terkemuka asal Prancis di ajang Singapore Airshow 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Singapore Airshow 2026 menjadi kiblat teknologi pertahanan Asia. Di tengah ribuan eksibitor, KNDS menjadi magnet utama dengan memamerkan portofolio elite. 

Selain sang legenda CAESAR 155mm self-propelled howitzer, KNDS juga menampilkan generasi terbaru Tank Tempur Utama (MBT) Leopard 2 serta berbagai lini amunisi mutakhir.

Delegasi Indonesia meninjau langsung kesiapan teknologi amunisi yang dipamerkan dalam ajang ini, yang mencakup kaliber 120mm, 155mm, dan 105mm, yang merupakan komponen vital dalam ekosistem pertahanan darat modern.

"Singapore Airshow adalah ajang strategis bagi KNDS untuk menunjukkan bahwa pertahanan darat, khususnya artileri dan amunisi kaliber besar, tetap menjadi elemen vital terutama di Asia Tenggara," ujar Thomas Gerard, Chief of Representative KNDS di Indonesia. 

Ia lebih lanjut menekankan bahwa “teknologi seperti CAESAR dirancang untuk menjawab tantangan militer Asia Tenggara yang dinamis, yang menuntut fleksibilitas tinggi.”

Pertemuan di booth KNDS tersebut menjadi momentum krusial untuk membahas mengenai CAESAR dan amunisi kaliber besar 120mm dan 155mm yang akan diproduksi oleh PT Pindad sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent (LOI) yang telah ditandatangani oleh kedua Kementerian Pertahanan dan Prancis pada Mei 2025. 

KNDS menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk melanjutkan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Prancis guna meningkatkan kesiapan tempur TNI AD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Fokus utama dari pertemuan ini adalah realisasi pengadaan unit tambahan (batch) artileri CAESAR, beserta seluruh peralatan pendukung yang diperlukan, amunisi artileri, serta lokalisasi terkait. Langkah ini diambil guna memastikan unit-unit baru tersebut dapat terintegrasi secara mulus dengan sistem yang saat ini telah dioperasikan oleh TNI AD," tutur Thomas Gerard.

Bagi TNI Angkatan Darat, Camion Équipé d’un Système d’Artillerie (CAESAR) telah menjadi bagian dari kekuatan pemukul sejak 2012. Saat ini, Indonesia merupakan operator sistem CAESAR terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

Halaman Selanjutnya

Keandalan sistem ini, terutama taktik "shoot-and-scoot" yang memungkinkan penembakan akurat dan segera berpindah posisi sebelum terdeteksi lawan telah menjadi standar baru dalam peperangan modern. Pemerintah kini melangkah mantap menuju fase penguatan yang lebih masif melalui unit-unit tambahan ini guna memastikan supremasi artileri yang berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |