VIVA – Kekalahan menyakitkan harus ditelan FC Barcelona saat menjamu Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026. Bermain di Camp Nou, Kamis dini hari 0.200 WIB, Blaugrana tak hanya kalah 0-2, tetapi juga diliputi rasa kecewa mendalam terhadap kepemimpinan wasit.
Sejumlah keputusan krusial di lapangan memicu kemarahan kubu Barcelona. Bahkan, manajemen klub dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah serius dengan melayangkan protes resmi ke UEFA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak awal laga, tim asuhan Hansi Flick tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola. Namun, efektivitas justru menjadi milik tim tamu yang tampil lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.
Atletico membuka keunggulan lewat Julian Alvarez, sebelum Alexander Sørloth memastikan kemenangan dengan gol kedua di babak lanjutan. Hasil ini membuat Barcelona berada dalam posisi sulit jelang leg kedua di markas Atletico.
Kontroversi yang Picu Kemarahan
Sorotan terbesar muncul pada menit ke-54. Dalam sebuah situasi yang dianggap krusial, pemain Atletico diduga melakukan handball setelah menerima bola dari kiper. Insiden tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain dan staf Barcelona.
Namun, wasit Istvan Kovacs memilih untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan penalti maupun meninjau VAR. Keputusan itu langsung memantik reaksi keras dari Flick.
“Saya pikir mereka pantas mendapat kartu merah karena kiper memainkan bola,” ujar Flick, dikutip dari Sport Bible.
“Itu jelas permainan yang tidak adil, dan dia menghentikan bola dengan tangannya. Seharusnya itu kartu kuning ganda, kartu merah, dan penalti. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kami kalah 2-0, tetapi kami memiliki peluang yang sangat bagus.” sambungnya.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick
Flick juga mempertanyakan fungsi VAR yang dinilai tidak berjalan maksimal dalam laga tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya tidak tahu mengapa VAR tidak turun tangan, ini tidak bisa dipercaya. Kita semua melakukan kesalahan, tetapi dalam situasi seperti in. mengapa kita memiliki VAR? Seharusnya itu penalti dan kartu kuning kedua untuk pemain tersebut,” tegasnya.
Tak hanya itu, pelatih asal Jerman tersebut juga menyinggung kartu merah untuk Pau Cubarsí yang dinilainya masih bisa diperdebatkan.
Halaman Selanjutnya
“Saya tidak yakin apakah Cubarsi menyentuhnya cukup keras untuk mendapatkan kartu merah,” nenr Flick.

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931670/original/097090800_1644599926-mufid-majnun-aNEaWqVoT0g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4992356/original/091449000_1730844704-fotor-ai-20241105224746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515489/original/096227600_1772177267-cropped-ceea3710-a7ca-4d6b-a692-74decce071c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4955336/original/009790900_1727503314-ff051b33-96a4-4a87-ac8a-8e92a7756eab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526549/original/046089800_1773125255-Depositphotos_266017344_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523706/original/057514000_1772857365-Gemini_Generated_Image_nzw5xmnzw5xmnzw5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501391/original/066351000_1770899239-training-wellness-healthy-weight-walking-motion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519156/original/030487600_1772532421-unnamed__46_.jpg)