Jumat, 29 Mei 2026 - 16:00 WIB
VIVA –Amerika Serikat dan Iran disebut telah membuat kemajuan besar menuju kesepakatan perpanjangan masa gencatan senjata. Namun sayangnya, Presiden Donald Trump dikabarkan belum siap memberikan persetujuan akhir terkait kesepakatan tersebut.
Wakil presiden AS, JD Vance menyebut bahwa kedua negara masih membahas beberapa detail bahasa dalam perjanjian kesepakatan damai itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami masih bolak-balik membahas beberapa poin dalam teks kesepakatan. Tapi sejauh ini kemajuannya sangat besar. Mudah-mudahan prosesnya terus bergerak maju dan presiden nantinya siap mendukung perjanjian ini. Tapi untuk saat ini semuanya masih belum final,”kata Vance kepada wartawan, hanya beberapa jam setelah sumber AS menyebut Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan awal dikutip dari laman CNA News, Jumat 29 Mei 2026.
Sebelumnya, sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa AS dan Iran pada Kamis telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Meski begitu, Trump disebut belum menyetujui kesepakatan tersebut dan media pemerintah Iran juga menyatakan perjanjian itu belum benar-benar final.
Menurut empat sumber yang mengetahui proses negosiasi, kesepakatan itu akan memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari lagi dan membuka kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.
Selama masa perpanjangan itu, negosiator kedua negara akan melanjutkan pembahasan isu-isu sulit, termasuk program nuklir Iran.
Jika nantinya disetujui oleh pemerintah AS dan Iran, kesepakatan ini akan menjadi langkah perdamaian terbesar sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.
Sementara itu, kabar soal potensi kesepakatan itu muncul setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan balasan. Insiden terbaru tersebut menjadi salah satu ketegangan terbesar sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sumber-sumber itu mengatakan Trump sejauh ini belum memberikan lampu hijau. Sementara itu, Gedung Putih menolak berkomentar, Iran juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar kesepakatan tersebut.
Kantor berita Iran, Tasnim, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi dan menyebut teks perjanjian masih belum rampung maupun disahkan.
Halaman Selanjutnya
Pemerintahan Trump sebelumnya beberapa kali menyatakan kesepakatan damai sudah dekat. Namun, Iran kerap membantah atau mengecilkan klaim tersebut.

6 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)