Keutamaan Membaca dan Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Amalan Mendekati Malam Lailatul Qadar

6 days ago 3

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:05 WIB

VIVA – Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Pada bulan inilah kitab suci diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. 

Karena itu, salah satu amalan yang paling dianjurkan selama Ramadhan adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an, bahkan menargetkan khatam satu kali atau lebih sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tradisi mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan bukan sekadar budaya, melainkan memiliki dasar kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. 

Teladan Rasulullah dalam Bertadarus

Mengutip dari NU Online, dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abbas dijelaskan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Artinya: Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus (HR Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap malam di bulan Ramadhan, Rasulullah bertadarus bersama Malaikat Jibril. Para ulama menjelaskan bahwa dalam peristiwa tersebut Nabi mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap tahun di bulan Ramadhan. Bahkan pada tahun terakhir menjelang wafatnya, beliau mengkhatamkannya dua kali.

Dari sini, khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki landasan langsung dari praktik Rasulullah.

Anjuran Memperbanyak Baca Al-Quran di Malam Hari

Sementara itu, ulama besar Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadhan menjelaskan:

و دل الحديث أيضا على استحباب دراسة القرآن في رمضان والاجتماع على ذلك، وعرض القرآن على من هو أحفظ له، وفيه دليل على استحباب الإكثار من تلاوة القرآن في شهر رمضان

Artinya: Hadits ini juga menunjukan kesunnahan bertadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan secara berjamaah. Menyetorkan Al-Qur’an kepada orang yang lebih hafal darinya. Hadits ini sekaligus menunjukkan kesunnahan memperbanyak membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan (Ibnu Rajab, Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadhan, halaman 42).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibnu Rajab juga menekankan bahwa tadarus tersebut dilakukan pada malam hari. Waktu malam dinilai lebih kondusif untuk membaca, merenung, dan menghayati makna ayat-ayat Al-Qur’an karena suasana lebih tenang dan minim gangguan.

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan waktu setelah tarawih atau pada sepertiga malam terakhir untuk menyelesaikan target bacaan hingga khatam.

Halaman Selanjutnya

Semangat mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga ditunjukkan oleh para sahabat dan ulama salaf. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa mereka meningkatkan intensitas bacaan Al-Qur’an secara signifikan ketika Ramadhan tiba.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |