Kinerja Makin Menguat, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Rp13,34 Triliun di Kuartal I-2026

8 hours ago 1

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:04 WIB

Jakarta, VIVA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026, seiring dengan penguatan trafik penumpang dan peningkatan kapasitas produksi penerbangan di seluruh lini operasional Perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menyampaikan, sepanjang periode Januari–Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut sebanyak 5,42 juta penumpang, tumbuh 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,08 juta penumpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertumbuhan trafik tersebut turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen menjadi 19.337 penerbangan, dibandingkan 18.265 penerbangan pada kuartal I-2025," kata Glenny dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.

Armada pesawat Garuda Indonesia

Pertumbuhan trafik tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasian Perseroan sebesar 5,36 persen menjadi US$762,35 juta atau sekitar Rp13,34 triliun (asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$723,56 juta.

"Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama, dengan pertumbuhan sebesar 7,36 persen menjadi US$648,10 juta dibandingkan US$603,69 juta pada kuartal I-2025," ujarnya.

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi US$41,62 juta, dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$75,93 juta.

Glenny mengatakan, capaian kinerja pada kuartal I-2026 tersebut menjadi sinyal positif terhadap konsistensi proses penguatan fundamental operasional dan bisnis, yang saat ini terus dijalankan Perseroan secara bertahap.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I-2026 menunjukkan, langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap," kata Glenny.

"Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Garuda Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026 telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Pada agenda Perubahan Pengurus Perseroan, RUPST resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, dan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris. Selain itu pada kesempatan ini Perseroan turut memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto (Direktur Human Capital & Corporate Service) dan Frans Dicky Tamara (Komisaris) yang menjabat sejak 15 Oktober 2025 lalu.

Halaman Selanjutnya

Dengan demikian, berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sesuai keputusan RUPST tanggal 13 Mei 2026:

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |