VIVA – Vinicius Junior, meninggalkan lapangan selama sekitar sepuluh menit setelah mengklaim menjadi korban rasis dalam laga Real Madrid vs Benfica di Estadio da Luz Rabu, 18 Februari 2026 dini hari WIB.
Insiden terjadi setelah Vinicius membawa Real Madrid unggul pada menit ke-50. Selebrasi sang pemain memicu reaksi dari sejumlah pemain Benfica yang merasa tersinggung hingga terjadi adu mulut di lapangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam tayangan siaran, pemain Benfica, Gianluca Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius.
Vinicius kemudian berlari ke arah wasit dan mengklaim dirinya menjadi sasaran pelecehan rasial. Ia sempat meninggalkan lapangan sekitar sepuluh menit di tengah penanganan situasi sebelum pertandingan dilanjutkan.
Momen peain Benfica Gianluca Prestianni diduga lontarkan ujaran rasis ke Vinicius Junior
“Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu memasukkan baju mereka ke dalam mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulis Vinicius mengecam keras dugaan tindakan rasisme tersebut Melalui Instagram stories.
Ia juga menyinggung perlindungan terhadap pelaku rasisme serta pengalaman serupa yang berulang dalam kariernya.
“Namun mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang, secara teori, memiliki kewajiban untuk menghukum mereka. Tidak ada yang baru dalam hidup saya atau dalam kehidupan tim saya yang terjadi hari ini,” sambung pemain Brasil itu.
Vinicius turut menyoroti kartu kuning yang diterimanya saat merayakan gol.
“Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Saya masih tidak mengerti mengapa. Di sisi lain, itu hanyalah protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak ada gunanya,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut bukan hal yang ia sukai, terlebih terjadi setelah kemenangan penting timnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rekan setim Vinicius di Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengatakan insiden itu masih dalam penyelidikan sehingga ia tidak bisa berkomentar banyak, namun menyebut apa yang terjadi sebagai aib bagi sepak bola.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, meminta pertanyaan terkait insiden diarahkan kepada pihak Benfica. Ia menegaskan pentingnya memerangi rasisme dan menyatakan dukungan penuh klub kepada Vinicius.
Gol Vinicius Bawa Real Madrid Tundukkan Benfica, Laga Diwarnai Dugaan Rasisme
Real Madrid menang 1-0 atas Benfica lewat gol Vinicius Junior pada leg pertama playoff Liga Champions, laga sempat dihentikan akibat dugaan insiden rasisme di lapangan.
VIVA.co.id
18 Februari 2026

3 weeks ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
