Korban Bullying di Tempat Kerja Berisiko 2 Kali Lipat Memiliki Keinginan Bunuh Diri

2 weeks ago 5

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

VIVA –Kasus bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah melainkan juga bisa terjadi di ruang lingkup kerja. Mereka yang menjadi korban bullying di tempat mereka bekerja disebut memiliki risko lebih tinggi memikirkan untuk mengakhiri hidup mereka. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan sekitar 1.850 pekerja yang mewakili populasi nasional dan mengikuti perkembangan mereka selama periode 2005 hingga 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kurang dari lima persen peserta mengaku pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri selama masa penelitian, korban bullying di tempat kerja memiliki kemungkinan hampir dua kali lipat lebih besar mengalami pikiran tersebut dibandingkan pekerja lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penelitian kami memperkuat pemahaman bahwa bullying di tempat kerja berkaitan dengan munculnya pikiran untuk bunuh diri. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman menjadi korban bullying merupakan pemicu munculnya ide bunuh diri, bukan akibat dari kondisi tersebut," kata penulis utama penelitian, Morten Birkeland Nielsen dari National Institute of Occupational Health dan University of Bergen dikutip dari laman Fox News, Minggu 28 Juni 2026.

Menurut Nielsen dan timnya yang mempublikasikan hasil penelitian di American Journal of Public Health, sedikitnya 800.000 orang di seluruh dunia meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Angka tersebut menjadikan bunuh diri sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Mereka juga menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar kasus percobaan bunuh diri berkaitan dengan gangguan kejiwaan, tidak semua orang yang mengalami masalah kesehatan mental akan mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

Selama ini, hubungan antara bullying dan munculnya pikiran bunuh diri masih menjadi perdebatan. Para peneliti sulit memastikan mana yang terjadi lebih dulu, apakah seseorang memiliki pikiran bunuh diri sehingga merasa menjadi korban bullying, atau justru bullying yang memicu munculnya pikiran tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjawab pertanyaan itu, Nielsen bersama timnya melakukan survei terhadap para pekerja pada tahun 2005, 2007, dan 2010. Mereka mengumpulkan informasi mengenai kondisi lingkungan kerja sekaligus kesehatan mental para responden.

Dalam penelitian ini, bullying di tempat kerja didefinisikan berdasarkan tiga karakteristik utama. Pertama, seorang pekerja menjadi sasaran perlakuan sosial yang tidak diinginkan dan terjadi secara berulang. Kedua, perlakuan tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama dengan frekuensi maupun intensitas yang terus meningkat. Ketiga, korban merasa tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan atau keluar dari situasi tersebut.

Halaman Selanjutnya

Sepanjang penelitian berlangsung, jumlah pekerja yang melaporkan mengalami bullying berkisar antara 4,2 hingga 4,6 persen. Sementara itu, prevalensi pekerja yang mengaku memiliki pikiran untuk bunuh diri berada di kisaran 3,9 hingga 4,9 persen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |