Kronologi Lengkap Dugaan Intimidasi terhadap dr Icha, dari Insiden di IGD hingga Surat yang Kini Diamankan Polisi

2 weeks ago 16

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:25 WIB

Jakarta, VIVA – Kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha masih menjadi perhatian publik. Kasus ini bermula dari dugaan intimidasi yang disebut dialami dokter muda tersebut saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihak keluarga meyakini tekanan psikologis yang dialami dr. Icha setelah insiden tersebut menjadi faktor yang memperburuk kondisinya. Namun hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian dr. Icha dan belum menyatakan adanya hubungan hukum antara dugaan intimidasi dengan kematiannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, polisi juga masih mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua telepon genggam dan satu surat tulisan tangan yang ditemukan setelah dr. Icha meninggal dunia. Isi surat tersebut belum diungkap karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Berikut kronologi lengkap berdasarkan keterangan keluarga, pihak terkait, dan perkembangan penyelidikan.

Bermula dari Penanganan Pasien Anak Korban Gigitan Ular

Peristiwa bermula pada Sabtu, 13 Juni 2026, ketika seorang pasien anak korban gigitan ular dirujuk ke IGD RS Leona Kefamenanu.

Saat itu, dr. Icha bertugas sebagai dokter jaga. Menurut keterangan keluarga, almarhumah telah menangani pasien sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit serta berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pasien disebut belum direkomendasikan menerima vaksin tertentu. Selain itu, vaksin yang diminta keluarga pasien juga tidak tersedia di rumah sakit.

Situasi Memanas di IGD

Keluarga menyebut situasi berubah tegang ketika keluarga pasien tidak menerima penjelasan medis tersebut.

Menurut paman dr. Icha, Victor Manbait, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Tak lama kemudian, seorang pria lain yang disebut mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III TTU, Norbertus Tubani, ikut masuk ke ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keluarga menyatakan dr. Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien berdasarkan pertimbangan medis. Namun, penjelasan tersebut disebut tidak diterima sehingga situasi semakin memanas.

Dr. Icha Menangis dan Melapor ke Pimpinan Rumah Sakit

Halaman Selanjutnya

Menurut keluarga, insiden tersebut membuat dr. Icha menangis dan merasa tertekan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |