Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali menjadi sorotan publik setelah kronologinya diungkap ke permukaan.
Peristiwa yang disebut telah terjadi sejak 2017 ini baru ramai diperbincangkan pada 2021, seiring munculnya pengakuan dari sejumlah korban. Berikut rangkaian kronologi kejadian yang dirangkum secara sistematis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Awal Mula Dugaan Kasus
Peristiwa ini disebut bermula pada 2017, saat Syekh Ahmad Al Misry aktif diundang ke berbagai pesantren. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi dengan para santri, khususnya mereka yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
2. Kasus Terungkap ke Publik
Meski terjadi beberapa tahun sebelumnya, dugaan kasus ini baru mencuat pada 2021. Informasi mulai tersebar setelah para korban berani menyampaikan pengalaman mereka kepada pihak yang dipercaya.
3. Upaya Penyelesaian Internal
Mewakili para korban, Ustaz Abi Makki menyampaikan bahwa persoalan ini sempat ditangani secara internal oleh para guru. Dalam proses tersebut, pelaku disebut telah meminta maaf.
"Dia minta maaf dan tidak mengulangi. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya," kata Ustaz Abi Makki, ditemui di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, 16 April 2026
4. Dugaan Peristiwa Terulang
Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah adanya wawancara yang dilakukan oleh Oki Setiana Dewi dengan salah satu korban. Dari situ muncul dugaan bahwa perilaku serupa masih terjadi.
"Ustazah Oki itu langsung sampaikan ke kami, simpel jawabannya, 'ternyata dia belum sembuh'," ujar Ustaz Abi Makki.
5. Jumlah dan Profil Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima korban laki-laki yang merupakan santri. Mereka disebut telah memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz, yang menunjukkan latar belakang religius dan pendidikan yang cukup kuat.
6. Modus Pendekatan ke Korban
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan pendekatan persuasif dengan menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri, khususnya ke Timur Tengah.
"Disampaikan bahwa, mau enggak belajar ke ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin lah belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, sanad itu ke Rasulullah. Kan ada suatu kebanggaan," cerita Ustaz Abi Makki.
Halaman Selanjutnya
Namun, setelah kedekatan terjalin, para korban mengaku mengalami kejadian yang mengejutkan.

1 week ago
6



























