Jakarta, VIVA – Berbuka puasa sering kali identik dengan gorengan atau hidangan berat yang langsung mengenyangkan. Padahal, setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan yang mampu mengembalikan energi secara bertahap dan tidak membebani sistem pencernaan. Buah-buahan seperti kurma dan alpukat menjadi pilihan yang lebih ramah bagi tubuh sekaligus kaya nutrisi.
Kurma sendiri mengandung serat, kalium, magnesium, vitamin B kompleks, serta senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kurma membantu menjaga fungsi pencernaan, keseimbangan elektrolit, serta melindungi tubuh dari stres oksidatif selama puasa,” ujar Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI) sekaligus Kaprodi Gizi Universitas Sahid, Khoirul Anwar yang dikutip dari laman NU Online pada Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya, kurma sangat efektif dikonsumsi saat berbuka karena kandungan karbohidrat sederhananya, seperti glukosa dan fruktosa, mudah diserap tubuh. Ini membantu menaikkan kadar gula darah yang sempat turun selama berpuasa. Selain itu, teksturnya yang lembut membuat kurma lebih mudah diterima lambung yang kosong sejak pagi.
Kalium dalam kurma juga berperan penting menjaga keseimbangan elektrolit, terutama ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan akibat kurangnya asupan cairan sepanjang hari. Nutrisi tersebut membantu menjaga fungsi otot dan saraf tetap optimal.
Sementara itu, alpukat memiliki karakteristik berbeda. Buah ini dikenal kaya akan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids), serat, folat, vitamin E dan K, kalium, serta fitosterol dan karotenoid seperti lutein. Kandungan tersebut bermanfaat untuk kesehatan jantung, sistem imun, dan membantu mengatur peradangan dalam tubuh.
“Kurma efektif untuk pemulihan energi cepat, sedangkan alpukat membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lapar muncul terlalu cepat,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lemak sehat pada alpukat dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana pada kurma. Karena itu, alpukat dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Lemak tak jenuh ini juga membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K agar lebih maksimal.
Mengombinasikan kurma dan alpukat saat berbuka dapat menjadi strategi cerdas. Kurma berperan sebagai sumber energi instan, sedangkan alpukat menyediakan energi berkelanjutan. Kombinasi ini membantu tubuh beradaptasi kembali setelah puasa tanpa lonjakan gula darah yang drastis.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, Khoirul mengingatkan agar konsumsi tetap dalam batas wajar. “Prinsip moderasi dan keseimbangan tetap menjadi kunci, dengan porsi disesuaikan kebutuhan energi individu,” tegasnya.

2 weeks ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
