Lagunya Banjir Kritik, Dedi Mulyadi Desak Om Zein Tanggung Jawab: Masalahnya Bapak Bupati

2 hours ago 2

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:17 WIB

VIVA – Lagu berbahasa Sunda yang diperkenalkan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau disapa Om Zein berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’ jadi perhatian publik.

Pasalnya, karya tersebut memicu polemik di berbagai kalangan lantaran dinilai merendahkan perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah lagu tersebut viral, gelombang kritik tak henti-hentinya mengalir kepadanya, banyak netizen memberikan reaksi ketus di akun Instagram miliknya.

Kini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta itu ke kantor Gubernur di Bandung untuk mengklarifikasi fenomena tersebut.

Di hadapan Dedi Mulyadi, Om Zein mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari gejolak suasana kebatinannya jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati. 

Baginya, setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang berbeda-beda, begitu pula dengan dirinya yang sempat menjadi seorang pengembara yang tersesat hingga akhirnya menuangkan kisah tersebut ke dalam sebuah karya berbentuk puisi pada tahun 2020. 

Mendengar penjelasan itu, Dedi Mulyadi kemudian meluruskan bahwa karya ini sebenarnya sangat berkaitan erat dengan karakter masa lalu Om Zein yang dikenal sebagai seorang lelaki nakal dan petualang cinta.

“Saya suka menyebutkan, ini adalah Bupati yang jujur karena mengakui sebelum menjadi Bupati sudah meniduri sekian ratus wanita, betul nggak?” terang Dedi Mulyadi.

“Iya jadi cerita tentang diri saya sendiri,” jawab Bupati Purwakarta itu.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein

Photo :

  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Lebih lanjut, Om Zein juga menjelaskan alasan di balik pemilihan kalimat pada lirik lagu tersebut untuk menggambarkan situasi kebatinan yang dirasakan pada masa itu.

“Saya berpikir pada saat itu, kenapa saya pakai dengan kalimat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang menciptakan saya jadi laki-laki. Karena kalau saya diciptakan menjadi perempuan dan tentunya saya nakal karena laki-laki juga dalam posisi nakal, maka saya akan beresiko tinggi seperti apa yang disebutkan dalam lagu itu,” jelas Om Zein.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi mungkin saya waktu SMP kelas 3 sudah keguguran karena nakal. Terus karena saya jadi perempuan nakal maka saya akan selalu bersolek,” sambungnya menjelaskan.

Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya dibuat sebagai bentuk refleksi rasa syukur atas masa lalunya.

Halaman Selanjutnya

Dirinya mengumpamakan, jika saat menjadi lelaki nakal saja ia sanggup mengeluarkan uang, maka kenakalannya akan berlipat ganda jika ia terlahir sebagai perempuan nakal yang dapat menghasilkan uang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |