Lahar Dingin Gunung Merapi Buat 1 Tewas dan 4 Penambang Hilang Terseret Arus

1 week ago 3

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:34 WIB

Magelang, VIVA – Banjir lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Merapi. Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak pada Selasa, 3 Maret 2026, siang hingga sore, memicu aliran material vulkanik meluncur deras melalui Sungai Senowo, Kabupaten Magelang.

Akibat peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, enam warga mengalami luka-luka, dan empat penambang pasir hingga kini masih dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Material berupa batu dan pasir menghantam aktivitas penambangan di bantaran sungai. Arus yang deras membuat para pekerja tak sempat menyelamatkan diri.

Dampaknya cukup parah. Tiga unit truk penambang hanyut terbawa arus. Sebanyak 12 truk lainnya tertimbun pasir dan batu. Dua alat berat jenis eskavator juga rusak setelah terkubur lahar.

Selain itu, enam petani yang berada di sekitar lokasi turut menjadi korban luka saat berusaha menghindari terjangan arus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengonfirmasi satu korban jiwa telah ditemukan. Korban diketahui bernama Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

"Sementara itu, fokus utama petugas saat ini adalah mencari empat penambang yang dinyatakan hilang," kata Budiono, Rabu, 4 Maret 2026.

Adapun empat penambang yang masih dalam pencarian masing-masing Maryuni, Heru, dan Hasyim, warga Dukuh Krinjing, Dukun, Magelang, serta Fuad, warga Srumbung, Magelang.

Basarnas Semarang langsung menurunkan Unit Siaga SAR Magelang bersama tim SAR gabungan sejak Selasa sore. Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai peralatan untuk memaksimalkan hasil.

“Kami telah mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR Magelang. Pencarian melibatkan anjing pelacak (K9) milik Polresta Magelang untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material, serta penggunaan drone untuk melakukan pemetaan (mapping) aliran sungai dari udara,” ujar Budiono.

Tim juga melakukan penyisiran darat dengan menyusuri aliran sungai hingga satu kilometer ke arah hilir dari titik kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga Rabu pagi, cuaca dilaporkan cukup cerah dan debit air sungai sudah kembali normal. Kondisi tersebut sedikit membantu pergerakan tim di lapangan, meski risiko banjir susulan tetap mengintai.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para penambang di sepanjang aliran sungai berhulu Merapi, agar meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Halaman Selanjutnya

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |