Jakarta, VIVA – Industri logistik terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pengiriman. Kini, pelanggan tidak hanya menuntut paket tiba tepat waktu, tetapi juga pengalaman pengiriman yang nyaman, jelas, dan memberikan rasa aman sejak barang dikirim hingga diterima.
Di tengah perubahan tersebut, konsep layanan logistik humanis semakin menjadi perhatian. Pendekatan ini mengutamakan empati, fleksibilitas, dan komunikasi yang transparan agar pelanggan merasa lebih tenang selama proses pengiriman berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara umum, layanan logistik yang humanis diwujudkan melalui sejumlah aspek berikut:
- Komunikasi yang lebih personal, seperti notifikasi pengiriman yang informatif dan mudah dipahami, bukan sekadar pembaruan status paket.
- Transparansi saat terjadi kendala, dengan memberikan penjelasan yang jujur mengenai penyebab keterlambatan beserta estimasi waktu pengiriman terbaru.
- Akses langsung ke layanan pelanggan, sehingga pelanggan dapat berbicara dengan petugas ketika menghadapi masalah tanpa hanya bergantung pada sistem otomatis.
- Fleksibilitas pengiriman, mulai dari penjadwalan ulang secara mandiri, memilih lokasi penerimaan alternatif, hingga memberikan instruksi khusus yang benar-benar diperhatikan kurir.
- Perhatian terhadap kesejahteraan kurir, karena mitra pengiriman yang bekerja dalam kondisi baik cenderung memberikan pelayanan yang lebih ramah dan profesional.
- Penanganan keluhan yang sederhana, termasuk proses klaim barang rusak atau hilang yang cepat serta pemberian kompensasi apabila pengiriman melebihi estimasi waktu.
Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kepercayaan pelanggan sekaligus menciptakan pengalaman pengiriman yang lebih positif. Tidak hanya mengutamakan kecepatan, layanan logistik kini juga dituntut menghadirkan komunikasi yang lebih manusiawi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Sejalan dengan tren tersebut, sejumlah perusahaan logistik mulai memperkuat kompetensi sumber daya manusianya, terutama kemampuan komunikasi para kurir sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satunya dilakukan Lalamove Indonesia melalui Lalamove Driver Academy dengan workshop bertajuk "Sapa Santun, Rezeki Lancar: Seni Komunikasi ala Mitra Driver Teladan" yang diikuti 50 mitra driver di Jabodetabek.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kualitas layanan logistik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengiriman, tetapi juga kualitas komunikasi antara mitra dan pelanggan. "Kami terus berinvestasi dalam pengembangan kompetensi mitra, termasuk keterampilan komunikasi yang mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat profesionalisme mereka," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Selain membahas teknik komunikasi efektif, workshop juga membekali mitra dengan cara menangani konflik serta berbagai kendala operasional di lapangan. Menurut salah satu peserta, Arifin, pelatihan tersebut memberikan bekal yang dapat langsung diterapkan saat berinteraksi dengan pelanggan maupun dalam aktivitas sehari-hari.

4 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)