Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB
Jakarta, VIVA – Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat (AS) mengatakan, pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon Selatan.
Dalam pernyataan yang dirilis setelah upacara penandatanganan di Washington, yang menandai berakhirnya putaran kelima perundingan antara Beirut dan Tel Aviv, kedutaan menyampaikan bahwa penarikan pasukan akan disusul dengan pengerahan tentara Lebanon ke kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kedutaan turut menjelaskan bahwa kesepakatan itu mengatur pelaksanaan langkah-langkah di dua wilayah percontohan.
Israel membombardir Lebanon saat gencatan senjata dengan Iran
Hal itu termasuk penarikan pasukan Israel, penempatan tentara Lebanon, serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata yang tidak berafiliasi dengan negara.
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa langkah-langkah awal tersebut, merupakan tahap pertama menuju penarikan bertahap dan menyeluruh dari seluruh wilayah Lebanon.
Hal itu harus dilaksanakan dengan tetap menjamin penghormatan penuh terhadap kedaulatan Lebanon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut kedutaan tersebut, kesepakatan itu dicapai di bawah kepemimpinan Presiden Joseph Aoun, bekerja sama dengan Perdana Menteri Nawaf Salam, serta melalui upaya terkoordinasi dari lembaga-lembaga konstitusional Lebanon.
“Lebanon menempuh jalan kedaulatan berdasarkan dialog, bukan perang,” demikian bunyi pernyataan tersebut. (Ant).
Langgar Gencatan Senjata, AS Kembali Serang Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Sabtu, 27 Juni 2026, mengatakan bahwa militer AS telah kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
VIVA.co.id
28 Juni 2026

2 weeks ago
13











