Jakarta, VIVA – Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri aliran dana kasus penipuan dan penggelapan perjalanan umrah melibatkan Hanania Travel hingga ke tingkat agen dan penghimpun jemaah.
Hasbiallah menuturkan, pengungkapan kasus tidak akan optimal jika hanya berfokus pada perusahaan penyelenggara perjalanan umrah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menilai pengungkapan kasus secara menyeluruh penting untuk memastikan aliran dana para jemaah dapat ditelusuri secara maksimal.
“Yang perlu dicermati, ini bukan hanya di travel-nya, (tetapi juga) di pihak bawahnya. Ini kan travel dapat duit dari yang bawah-bawah ini. Biasanya nyimpen uangnya itu dari yang bawah-bawahnya itu, yang pencari jemaahnya ini,” ujar Hasbiallah, dikutip Jumat, 19 Juni 2026.
Hasbiallah itu menjelaskan, praktik penghimpunan calon jemaah melalui agen atau pihak perantara merupakan pola yang lazim ditemukan dalam bisnis perjalanan umrah.
Karena itu, ia meminta aparat turut mendalami peran para agen yang berhubungan langsung dengan calon jemaah.
Menurutnya, penelusuran terhadap pihak-pihak yang menghimpun dan mengelola dana di tingkat lapangan dapat membantu mengungkap aliran dana yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.
“Tolong penampung-penampung, pengkulak-pengkulak jamaahnya ini mesti diselidiki. Karena biasanya duit itu, uang itu larinya dari situ,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain pengungkapan kasus, Hasbiallah juga menyoroti dampak yang dialami para korban. Ia menilai kegagalan keberangkatan umrah tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak secara psikologis bagi masyarakat yang telah lama mempersiapkan diri untuk beribadah ke Tanah Suci.
“Kasihan, orang sudah menyiapkan diri untuk umrah, tiba-tiba tidak jadi berangkat. Mentalnya itu terpukul. Tolong sampai setuntas-tuntasnya ini, Pak. Ini buat pelajaran ke travel-travel berikutnya,” tandas dia.
Sahroni Minta Pemerintah Manfaatkan Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Berantas Judi Bola
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta Polri, PPATK hingga Komdigi memanfaatkan maksimal momen Piala Dunia 2026 untuk memberantas judi bola.
VIVA.co.id
19 Juni 2026

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)