Lindungi Pekerja, Begini Strategi IWIP & WBN Prioritaskan Operasional ke Aspek K3

2 weeks ago 7

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:26 WIB

Jakarta, VIVA – Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagai fondasi utama dalam menjalankan operasional industri. 

General Manager Health, Safety & Environment (HSE) IWIP dan Kepala Teknik Tambang WBN, Iwan Kurniawan berharap, penerapan budaya K3 ini bisa menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keselamatan pekerja di setiap aktivitas industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Budaya K3 dibangun melalui penerapan yang konsisten dan partisipasi seluruh pihak. Momentum Bulan K3 Nasional kami manfaatkan untuk memperkuat kesadaran risiko, disiplin kerja, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja," kata Iwan dalam keterangannya, Selasa, 24 Februari 2025.

Diklat Karyawan PT IWIP dan WBN

Dia menambahkan, penguatan budaya K3 ini juga sejalan dengan lima strategi pembangunan budaya K3 yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Yakni edukasi dan pelatihan, keterlibatan pekerja, perbaikan sistem serta pemanfaatan teknologi keselamatan, penegakan aturan melalui inspeksi berkala, serta kepemimpinan yang berkomitmen.

"Dalam kerangka tersebut, IWIP, WBN, dan tenant menjadikan Bulan K3 Nasional 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kesadaran dan disiplin keselamatan kerja di seluruh lini operasional," ujarnya.

Selama Bulan K3 Nasional Tahun 2026, yang berlangsung sejak 8 Januari hingga 14 Februari 2026, IWIP, WBN, dan tenant, menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman K3 secara aplikatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar kesehatan bertema Membangun Gaya Hidup Sehat Jantung di Lingkungan Industri, program donor darah, serta berbagai tantangan keselamatan kerja seperti Job Safety Analysis (JSA) Challenge, Defensive Driving Challenge, lomba penerapan 5R (5S), Safety Talk interaktif, Mini Search and Rescue Challenge, hingga lomba penulisan artikel dan produksi video animasi bertema K3.

Iwan menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya ditujukan sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran bersama dan evaluasi praktik keselamatan di lapangan. Menurutnya, pendekatan partisipatif ini memungkinkan pekerja dilibatkan secara aktif, dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta memahami langkah pencegahan yang tepat.

Halaman Selanjutnya

“Setiap orang memiliki peran dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |