Jakarta, VIVA – Fenomena ngabuburit di era digital mengalami pergeseran. Jika dulu menunggu waktu berbuka diisi dengan kegiatan sosial, membaca Quran atau berburu takjil, kini tak sedikit orang terutama generasi muda menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel untuk bermain game. Dari usai Subuh hingga menjelang Maghrib, waktu terasa melesat di dunia virtual.
Di satu sisi, cara ini dianggap ampuh mengalihkan lapar dan haus. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang kerap mengusik: apakah menghabiskan hari puasa hanya untuk bermain game diperbolehkan secara syariat? Apakah puasanya tetap sah?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kajian Fikih
Dalam kajian fikih, bermain game tidak termasuk hal yang membatalkan puasa. Puasa batal karena perbuatan yang secara jelas disebutkan dalam syariat, seperti makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari, atau tindakan yang bertentangan langsung dengan iman.
Artinya, seseorang yang berpuasa sambil bermain game sepanjang hari tetap sah puasanya selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan tersebut. Secara hukum asal, aktivitas hiburan seperti game termasuk mubah (boleh).
Namun kebolehan ini memiliki batasan penting. Aktivitas tersebut tidak boleh mengandung unsur haram, tidak melalaikan kewajiban seperti salat, dan tidak dilakukan secara berlebihan hingga menghabiskan waktu ibadah.
Ramadhan Bukan Bulan “Pelarian”
Para ulama mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi momentum menyucikan jiwa. Ulama besar Yaman, Sayyid Abdullah Al-Haddad seperti dikutip dari NU Online, menekankan agar seorang Muslim tidak tenggelam dalam kesibukan duniawi selama bulan suci. Beliau menulis dalam Nashaihud Diniyah:
وَمِنْ آدَابِهِ أَنْ لَا يُكْثِرَ التَّشَاغُلَ بِأُمُورِ الدُّنْيَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بَلْ يَتَفَرَّغُ عَنْهَا لِعِبَادَةِ اللَّهِ وَذِكْرِهِ مَا أَمْكَنَهُ
“Di antara adab yang dianjurkan adalah tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan, tetapi sebaiknya mengosongkan diri untuk beribadah kepada Allah dan banyak mengingat-Nya sebisa mungkin.”
(Nashaihud Diniyah, hlm. 173)
Pesan ini relevan dengan fenomena saat ini. Bermain game bukan dosa, tetapi ketika waktu Ramadhan habis hanya untuk mengejar level dan skor, orientasi spiritual puasa bisa terkikis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bahaya Puasa Tanpa Ruh
Dalam hadits sahih, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak semua orang berpuasa memperoleh pahala utuh:
Halaman Selanjutnya
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

3 weeks ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
