Makna Hujan saat Imlek, Simbol Cuan dan Awal Baru Penuh Harapan

3 weeks ago 7

Senin, 16 Februari 2026 - 11:45 WIB

VIVA – Menjelang perayaan Imlek 2026, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), periode 15 Januari hingga 17 Februari 2026 berpotensi diwarnai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir dan longsor.

Khusus pada 16 dan 17 Februari 2026, sejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua masuk dalam kategori waspada dan siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski tidak ada wilayah berstatus awas atau hujan ekstrem, masyarakat tetap diminta berhati hati terhadap dampak hidrometeorologi. Selain hujan, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. 

"Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas, terutama saat melakukan perjalanan dan kegiatan perayaan Imlek," demikian dikutip dari saluran resmi BMKG, Senin, 16 Januari 2026.

Makna Hujan Saat Imlek dalam Tradisi Tionghoa

Di balik potensi hujan yang terjadi saat Imlek, fenomena ini memiliki makna simbolis dalam budaya Tionghoa. Melansir dari People's Daily, air dalam filosofi tradisional kerap dikaitkan dengan rezeki dan kelimpahan. 

Karena itu, hujan yang turun pada awal tahun baru sering dimaknai sebagai pertanda baik yang membawa harapan akan kemakmuran.

Di lain sisi, perayaan Imlek bertepatan dengan peralihan menuju musim semi dalam kalender tradisional Tiongkok. Dalam masyarakat agraris, hujan pada periode ini sangat penting untuk menyuburkan tanah setelah musim dingin. Simbol ini kemudian berkembang menjadi harapan akan pertumbuhan, baik dalam bidang usaha, karier, maupun kehidupan keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain melambangkan rezeki, hujan juga dimaknai sebagai simbol pembersihan. Air yang turun dari langit dipercaya membawa energi baru dan membersihkan hal hal kurang baik dari tahun sebelumnya. Filosofi ini sejalan dengan tradisi bersih bersih rumah sebelum Imlek sebagai bentuk persiapan menyambut awal yang baru.

Secara ilmiah, hujan saat Imlek merupakan bagian dari dinamika musim hujan di Indonesia. Meski demikian, makna simbolis tetap dapat dihargai sebagai bagian dari tradisi budaya.

Ilustrasi memotong kuku

Kenapa Gak Boleh Potong Kuku Saat Imlek? Ternyata Ini Pengaruhnya Pada Nasib Setahun ke Depan

Perayaan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Cina merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Di Indonesia, perayaan ini identik dengan banyak tradisi

img_title

VIVA.co.id

16 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |