Jakarta, VIVA – Xbox, salah satu ikon industri video game, kini berada di persimpangan besar setelah pergantian kepemimpinan yang mengejutkan dan diskusi panas tentang arah masa depannya.
Diskusi ini dipicu oleh retirnya CEO Xbox yang lama, munculnya CEO baru tanpa latar belakang gaming tradisional, serta komentar tajam dari salah satu pendiri Xbox sendiri yang memicu kekhawatiran di kalangan komunitas gamer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepemimpinan Baru: Asha Sharma Ambil Alih Xbox
Pada 20 Februari 2026, Microsoft mengumumkan bahwa Phil Spencer, sosok yang menjadi wajah Xbox selama bertahun‑tahun dan memimpin berbagai inisiatif penting seperti Game Pass dan akuisisi besar, resmi pensiun sebagai CEO Microsoft Gaming.
Posisi ini kemudian diisi oleh Asha Sharma, seorang eksekutif dari divisi AI Microsoft yang latar belakangnya bukan berasal dari industri game.
Sharma juga diangkat sebagai pimpinan baru divisi Xbox, mengemban tanggung jawab memimpin strategi masa depan dan mengatur arah besar perusahaan. Bersama dia, Matt Booty dipromosikan sebagai Chief Content Officer, sebuah peran penting dalam pengembangan konten game Xbox.
Di tengah kekhawatiran banyak pihak, Asha Sharma telah memberikan klarifikasi mengenai fokusnya pada Xbox, terutama pada hardware konsol, yang selama ini menjadi inti identitas Xbox.
Dalam wawancara terbaru, ia menegaskan bahwa visinya mencakup “Return to Xbox” sebuah upaya untuk kembali ke nilai‑nilai yang dulu membuat Xbox populer, seperti inovasi, pengalaman konsol yang kuat, dan penghargaan terhadap komunitas gamer yang telah setia selama puluhan tahun.
Sharma juga berjanji bahwa Xbox tidak akan meninggalkan konsol, serta bahwa pengembangan game kreatif oleh manusia akan tetap menjadi prioritas, bukan hanya semata‑mata mengandalkan teknologi AI.
Ia menyatakan keinginannya untuk “mengembalikan semangat Xbox” dan merangkul para pemain lama dan baru, meskipun pendekatan perusahaan akan terus beradaptasi dengan tren teknologi dan perilaku pengguna.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Spekulasi Sunset dan Kekhawatiran Para Pendiri
Namun, perubahan besar ini juga memicu skeptisisme dari beberapa figur industri, termasuk Seamus Blackley, salah satu pendiri asli Xbox. Ia menyampaikan komentar yang tajam bahwa Microsoft mungkin sedang bersiap untuk “sunset” atau secara bertahap menutup Xbox sebagai divisi gaming tradisional.
Halaman Selanjutnya
Menurut Blackley, perubahan fokus Microsoft yang besar ke bisnis AI bisa berarti bahwa Xbox tidak akan lagi menjadi prioritas utama di masa depan.

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
