Mata-Mata Ini Sebut Mesir dan Turki Bisa Jadi 'Target' Israel Berikutnya

5 hours ago 2

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

VIVA –Mantan mata-mata Amerika Serikat untuk Israel, Jonathan Pollard, menyebut Israel kemungkinan bisa menyerang Mesir dan Turki dalam waktu dekat. Hal ini diungkap Pollard dalam sebuah podcast media Arutz Sheva yang dirilis baru-baru ini. 

Dalam podcast tersebut, Pollard juga mengatakan Israel harus bersiap jika benar akan menyerang Turki. Menurutnya, menghadapi Turki tidak akan semudah saat Israel berhadapan dengan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak yakin kita akan  menghadapi Turki semudah saat menghadapi Iran. Kita harus siap untuk perang berikutnya, yang kemungkinan besar melawan Turki dan Mesir. Badai sedang datang,” ujarnya seperti dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat 29 Mei 2026.

Pollard juga memperingatkan agar Israel tidak membiarkan pemerintah transisi Suriah yang didukung Turki kembali menguasai wilayah selatan Suriah yang saat ini diduduki pasukan Israel. Menurutnya, hal itu akan membuat Israel berhadapan langsung dengan Turki di wilayah perbatasan.

Sebagai informasi, Pollard pernah dipenjara selama 30 tahun karena menjual rahasia Amerika Serikat kepada Israel pada 1984. Setelah dibebaskan pada 2015, ia meninggalkan AS dan pindah ke Israel.

Sejak tinggal di Israel dan memperoleh kewarganegaraan, Pollard dikenal sebagai pendukung Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Ia juga mendukung seruan pengusiran warga Palestina dari wilayah pendudukan.

Mesir dan Turki sebenarnya telah lama memiliki hubungan diplomatik yang cukup baik dengan Israel. Namun, hubungan itu semakin memanas dalam beberapa tahun terakhir akibat perang di Gaza yang disebut banyak pihak sebagai genosida.

Turki menjadi negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel pada 1949. Kedua negara juga memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang cukup kuat selama puluhan tahun.

Namun, hubungan keduanya mulai memburuk sejak insiden kapal bantuan Mavi Marmara pada 2010. Saat itu, pasukan Israel menyerbu kapal bantuan asal Turki yang hendak menuju Gaza dan menewaskan 10 orang di dalamnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak kejadian itu, Ankara semakin keras mengkritik perlakuan Israel terhadap warga Palestina.

Upaya terbaru untuk memperbaiki hubungan sebenarnya sempat terjadi pada September 2023, ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dan berjabat tangan untuk pertama kalinya di New York.

Halaman Selanjutnya

Namun, hubungan tersebut kembali memburuk setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 dan perang di Gaza yang terjadi setelahnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |