VIVA – Media ternama internasional mendesak FIFA dan juga IFAB untuk mengubah aturan offside. Hal ini merujuk kepada peristiwa yang menggugurkan Iran dari Piala Dunia 2026.
Team Melli dipastikan tidak bisa melanjutkan kiprah mereka di Piala Dunia 2026 pada Minggu (28/6/2026) pagi ini WIB. Hal ini merupakan imbas dari hasil pertandingan antara Aljazair dan Austria.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Iran masih punya kesempatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Namun, mereka perlu berharap agar duel antara Aljazair dan Austria berakhir dengan adanya pemenang.
Kedua tim saling berbalas gol, dengan dwigol Riyad Mahrez sempat membuat Aljazair berbalik unggul 3-2 di masa injury time. Namun, tandukan Sasa Kalajdzic pada menit-menit akhir membatalkan kemenangan Aljazair.
Duel berakhir imbang 3-3 dengan Austria finis sebagai runner-up Grup J. Sedangkan Aljazair menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik karena memiliki empat poin, unggul satu poin di depan Iran yang finis dengan tiga poin di Grup G.
Namun, Iran seharusnya tidak perlu menunggu selama ini jika saja gol kemenangan melawan Mesir disahkan pada pekan terakhir. Duel itu sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1.
Sempat tertinggal akibat gol Mahmoud Saber pada menit kelima, Iran menyamakan skor hanya sembilan menit kemudian melalui Ramin Rezaeian. Di masa injury time, Team Melli sempat mencetak gol melalui Shoja Khalilzadeh dalam situasi kemelut di mulut gawang Mesir.
Tim asuhan Amir Ghalenoei sempat merayakan gol tersebut. Namun, wasit kemudian menganulirnya setelah terdeteksi adanya offside dalam VAR.
Khalilzadeh berada dalam posisi offside seujung kukunya sebelum mencetak gol ke gawang Mesir. Hal ini menjadi sorotan bagi media ternama dunia, Forbes.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mereka mengindikasikan agar para pengambil keputusan, seperti FIFA dan IFAB, untuk mengubah aturan offside. “Tersingkirnya Iran di Piala Dunia Menunjukkan Bahwa Aturan Offside Harus Diubah,” demikian judul yang diberikan oleh Forbes.
Forbes mengatakan bahwa aturan offside ditulis secara membingungkan. Hal ini membuat publik kebingungan dan bahkan untuk sang pemain itu sendiri.
Halaman Selanjutnya
“Namun alasan Khalilzadeh berada dalam posisi offside adalah karena celah teknis dalam penulisan peraturan, yang membingungkan banyak pengamat secara langsung dan, setidaknya selama jalannya pertandingan, mungkin juga Khalilzadeh sendiri,” tulis Forbes.

2 weeks ago
14











