Menaker: Ada 1.590 Aduan soal THR 2026, Terbanyak DKI Jakarta dan Jabar

1 hour ago 1

Kamis, 9 April 2026 - 18:58 WIB

Jakarta, VIVA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli melaporkan pihaknya menerima sebanyak 1.590 aduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026. 

Hal itu disampaikan Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yassierli menjelaskan, setiap aduan ataupun laporan yang masuk segera diproses melalui jalur birokrasi dan pengawasan di tingkat daerah.

“Persisnya tahun ini 1.590, yang sudah selesai karena prosesnya mohon izin semua pengaduan itu kanalnya itu masuk ke kanal pengaduan dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ucap Yassierli dalam rapat.

Dari total laporan yang masuk, Yassierli menyebut 506 aduan telah diselesaikan atau ditutup kasusnya. 

“Yang sudah selesai 506 aduan. Ini sudah closing dan mereka ada yang belum membayar kemudian membayar, ada yang membayarnya sebagian," ungkap dia.

"Seperti minggu lalu kami sidak di Kabupaten Semarang, ya, masih ada kekurangan satu perusahaan kekurangan sekitar 10 sampai 15 persen dan besoknya itu dibayarkan. Jadi ini masih dalam proses Pak, karena tadi ada proses yang kemudian membutuhkan waktu,” sambung Yassierli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia lantas mengungkap sebaran aduan paling banyak berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kemudian disusul oleh Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Paling banyak DKI Jakarta dan Jawa Barat, ya itu totalnya hampir, ya hampir 1.000, kemudian Banten 200, Jawa Tengah, Jawa Timur masing-masing 150 aduan Pak,” pungkas dia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Menaker Yassierli Wanti-wanti Kebijakan WFH Jangan Sampai Turunkan Produktifitas Pekerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mewanti-wanti bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sekali dalam sepekan tidak menurunkan produktivitas

img_title

VIVA.co.id

9 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |