Mengenal Hematopoietik Stem Cell, Terapi Modern untuk Thalasemia

1 week ago 6

Senin, 2 Maret 2026 - 13:37 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan ilmu kedokteran menghadirkan berbagai inovasi dalam penanganan penyakit darah, salah satunya melalui pemanfaatan hematopoietik stem cell (HSC). Hematopoietik stem cell merupakan sel punca yang berfungsi membentuk komponen utama darah, yakni sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit. Sel ini dapat diperoleh dari beberapa sumber, termasuk sumsum tulang dan darah tali pusat.

Dalam praktik medis, HSC telah lama dimanfaatkan untuk menangani beragam gangguan yang berkaitan dengan sistem darah dan kekebalan tubuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dr. dr. Mururul Aisyi, Sp. A, subsp H.O (K), dokter Spesialis Anak konsultan Hemato-Onkologi, terapi ini telah diterapkan pada kasus leukemia, thalassemia, anemia aplastik, hingga sejumlah kelainan imun bawaan. 

Prosedur terapi dilakukan melalui transplantasi, dengan serangkaian tahapan ketat, termasuk pemeriksaan kecocokan human leukocyte antigen (HLA) antara donor dan pasien guna meminimalkan risiko komplikasi.

Kemajuan teknologi turut mendukung optimalisasi pemanfaatan darah tali pusat sebagai sumber HSC. Saat ini, darah tali pusat dapat dikumpulkan segera setelah proses persalinan dan disimpan untuk kebutuhan medis di masa mendatang. 

Penyimpanan dilakukan melalui metode kriopreservasi, yakni teknik pembekuan menggunakan uap nitrogen cair dengan suhu di bawah -150° Celsius. Dalam kondisi tersebut, sel-sel berada pada fase dorman dan dapat diaktifkan kembali ketika dibutuhkan untuk terapi.

Pemanfaatan HSC menjadi perhatian khusus dalam penanganan thalasemia, penyakit kelainan darah genetik yang membuat penderitanya harus menjalani transfusi darah rutin sepanjang hidup. 

“Pada kasus seperti Thalasemia terapi menggunakan HSC adalah salah satu jalan agar pasien tidak lagi perlu menjalani transfusi darah seumur hidup, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien” ujar Dr. dr. Mururul Aisyi, Sp. A, subsp H.O (K), dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibandingkan sumber lain seperti sumsum tulang, HSC yang berasal dari darah tali pusat memiliki karakteristik imunologis yang lebih “imatur”. Kondisi ini membuat risiko penolakan oleh tubuh penerima relatif lebih rendah. 

Meski demikian, keputusan untuk menjalani terapi stem cell tetap harus melalui evaluasi medis komprehensif oleh tim dokter, mengingat setiap kasus memiliki pertimbangan klinis yang berbeda.

Halaman Selanjutnya

Penting pula dipahami bahwa terapi stem cell bukan solusi untuk seluruh jenis penyakit. Penggunaannya memiliki indikasi medis yang jelas dan harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar keamanan dan etika kedokteran. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |