Mengenang Masa Keemasan Game Konsol, Saat Bermain Bersama di Ruang Tamu Menjadi Tradisi

3 hours ago 1

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:08 WIB

VIVA – Ada masa ketika ruang tamu bukan hanya tempat berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menjadi arena penuh tawa, sorakan, dan persaingan sehat. Sebuah televisi tabung, beberapa stik yang saling berebut giliran, serta konsol game sederhana sudah cukup menciptakan kenangan yang sulit dilupakan.

Jauh sebelum game online dan komunikasi suara menjadi hal yang umum, bermain game berarti duduk berdampingan di depan layar yang sama. Momen itulah yang menjadikan era keemasan game konsol begitu istimewa dan masih dirindukan banyak orang hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut sejarah industri video game, dirangkum VIVA Rabu, 15 Juli 2026, konsol rumahan telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan sejak kemunculan Magnavox Odyssey pada 1972, disusul Atari, Nintendo, Sega, PlayStation, hingga Xbox yang membawa pengalaman bermain langsung ke ruang keluarga.

Ketika Ruang Tamu Menjadi Tempat Berkumpul

Ilustrasi ruang tamu.

Photo :

  • Pixabay/StockSnap

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, bermain game bukan sekadar menyelesaikan misi atau mengejar skor tertinggi.

Anak-anak, saudara, hingga tetangga sering berkumpul untuk bermain bersama menggunakan satu televisi. Sistem split-screen maupun layar bersama (shared screen) menjadi ciri khas banyak game populer saat itu.

Tidak jarang, satu stik harus dipakai bergantian setelah karakter kalah atau pertandingan selesai. Meski sederhana, momen seperti ini justru mempererat interaksi sosial karena semua pemain berada di tempat yang sama dan merasakan emosi permainan secara langsung.

Lahirnya Game-game Legendaris

Masa keemasan konsol juga melahirkan banyak judul yang hingga kini masih dikenang.

Seri seperti Crash Team Racing, Tekken 3, Winning Eleven, Metal Slug, Twisted Metal, Mario Kart 64, GoldenEye 007, hingga Super Smash Bros. menjadi pilihan utama ketika teman-teman berkumpul.

Banyak dari game tersebut dirancang agar dapat dimainkan dua hingga empat orang sekaligus, sehingga pengalaman bermain terasa lebih meriah dibandingkan bermain sendirian. Kehadiran empat port kontrol pada Nintendo 64 bahkan menjadi salah satu inovasi yang memperkuat budaya bermain bersama.

Persaingan yang Terjadi di Dunia Nyata

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan game daring saat ini, kemenangan atau kekalahan dahulu dirayakan secara langsung.

Tawa ketika lawan melakukan kesalahan, sorakan saat mencetak gol di Winning Eleven, hingga adu strategi di Tekken terjadi dalam satu ruangan yang sama. Tidak ada jeda internet atau mikrofon—semuanya berlangsung secara spontan.

Halaman Selanjutnya

Pengalaman seperti ini membuat banyak pemain merasa hubungan pertemanan menjadi lebih dekat karena interaksi tidak hanya terjadi melalui layar, tetapi juga melalui percakapan, candaan, dan ekspresi yang nyata.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |