Menteri Perang AS: Iran Akan Diguyur 'Kematian dan Kehancuran'

6 days ago 6

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:30 WIB

Amerika Serikat, VIVA –Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengklaim bahwa dalam kurun waktu satu pekan Amerika Serikat dan Israel akan menguasai sepenuhnya langit Iran. Dia juga mengatakan bahwa saat ini Iran sudah tidak berdaya.

Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth juga berjanji akan ‘mengguyur’ Iran dengan kematian dan kehancuran dari udara. Menurutnya, Amerika Serikat siap untuk terus bertempur selama yang diperlukan.”Meski begitu, ia mengakui bahwa AS tidak bisa menghentikan semua serangan yang diluncurkan Teheran, yang berarti kemungkinan masih akan ada korban dari pihak AS dan kerusakan pada aset militer Amerika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iran sudah tamat dan mereka tau itu. Atau setidaknya sebentar lagi mereka akan menyadarinya,” kata Hegesth kepada wartawan Rabu waktu AS dikutip dari laman AFP, Kamis 5 Maret 2026.  

Pada kesempatan itu juga, dia menegaskan bahwa AS dan Israel baru saja memulai operasi untuk memburu dan melumpuhkan kemampuan militer Iran. Namun dalam waktu dekat, menurutnya, mereka akan memiliki kendali penuh atas wilayah udara.

Artinya, kata Hegseth, pesawat tempur AS dan Israel akan terbang tanpa henti di siang dan malam untuk mencari, melacak, dan menghancurkan rudal serta industri pertahanan militer Iran. Mereka juga akan memburu para pemimpin dan komandan militer Iran.

“Para pemimpin Iran akan menengadah ke langit dan hanya melihat kekuatan udara Amerika dan Israel, setiap menit, setiap hari, sampai kami memutuskan perang ini selesai. Iran tidak akan bisa melakukan apa pun untuk menghentikannya. Kematian dan kehancuran akan datang dari langit sepanjang waktu,” sambungnya.

Ia juga menambahkan bahwa para pilot AS telah diberi kewenangan penuh langsung oleh presiden untuk melakukan serangan. Aturan keterlibatan militer, menurutnya, dibuat untuk melepaskan kekuatan Amerika, bukan membatasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini memang tidak pernah dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang, dan memang tidak akan pernah seimbang. Kami menyerang mereka saat mereka sudah terpuruk dan memang seharusnya begitu,” kata Hegseth.

Ia menambahkan bahwa kampanye militer kali ini memiliki intensitas tujuh kali lebih besar dibandingkan operasi Israel terhadap Iran pada bulan Juni.

Halaman Selanjutnya

“Gelombang serangan yang lebih besar dan lebih banyak akan datang. Kami baru saja memulai, dan operasi ini terus dipercepat.”

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |