Kamis, 5 Maret 2026 - 11:00 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Menteri Perang Amerika Serikat Pete, Hegseth mengatakan bahwa kekuatan Iran tidak akan bisa bertahan lebih lama daripada kekuatan militer Amerika Serikat. Pernyataan ini diungkap Hegseth setelah Amerika Serikat memberi sinyal akan memperluas kampanye militernya, menyusul serangan terkoordinasi dengan Israel sejak Sabtu lalu.
“Saya berdiri di hadapan Anda hari ini dengan satu pesan yang jelas mengenai Operasi Epic Fury. Amerika sedang menang dengan tegas, menghancurkan, dan tanpa ampun, di bawah komando langsung Presiden Donald Trump,” ujar Hegseth dalam konferensi pers bersama Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine dikutip dari laman Andalou, Kamis 5 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menekankan bahwa serangan yang dilakukan baru berjalan beberapa hari, namun sudah menunjukkan dampak signifikan terhadap kemampuan lawan.
“Mereka sudah habis, dan mereka tahu itu… dan kami baru saja memulai untuk memburu, melumpuhkan, melemahkan moral, menghancurkan, dan menyingkirkan kemampuan mereka, dan ini baru empat hari berjalan,” tambahnya.
Hegseth juga menekankan bahwa operasi militer ini masih dalam tahap awal, namun intensitasnya dipastikan akan meningkat. Ia memperingatkan bahwa serangan-serangan berikutnya akan lebih besar dan lebih masif.“Gelombang serangan yang lebih besar dan lebih banyak akan datang. Kami baru memulai. Kami mempercepat, bukan melambat,” kata Hegseth.
Hegseth menegaskan misi operasi ini sangat jelas yakni menghancurkan rudal dan drone Iran beserta fasilitas produksinya, meniadakan armada laut dan infrastruktur keamanan penting, serta memutus akses Iran terhadap senjata nuklir.
“Iran tidak akan pernah memiliki bom nuklir,” tegas dia.
Ia juga mengatakan lebih banyak pesawat pembom dan jet tempur akan tiba pada Rabu.
Menyinggung laporan yang mengatakan persediaan amunisi menipis, Hegseth menegaskan bahwa dengan penguasaan penuh atas langit, pihaknya akan menggunakan bom gravitasi presisi berbasis GPS dan laser seberat 227 kg, 454 kg, hingga 907 kg yang persediaannya hampir tak terbatas.
“Amerika akan mengambil seluruh waktu yang dibutuhkan untuk memastikan misi ini berhasil,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak ada rencana pasukan darat di Iran
Di Samudra Hindia, Hegseth mengatakan sebuah kapal perang Iran yang mengira aman di perairan internasional berhasil ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika.
Halaman Selanjutnya
“Sebaliknya, kapal itu tenggelam oleh torpedo Quiet Death. Ini adalah tenggelamnya kapal musuh pertama dengan torpedo sejak Perang Dunia II. Seperti dulu saat kami masih Departemen Perang kami bertempur untuk menang,” katanya.

6 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
