VIVA – Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, mengungkap isi percakapannya dengan Matheus Cunha saat jeda babak pertama saat timnya menghadapi Crystal Palace di Old Trafford, Minggu 1 Maret 2026 malam WIB.
Instruksi khusus tersebut dikatakan berperan penting atas comeback Setan Merah di babak kedua berkat gol penalti Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Carrick mengungkap instruksi tersebut berkaitan dengan keputusan kapan Cunha harus bergerak melebar, masuk ke area tengah, atau melakukan lari di belakang garis pertahanan lawan guna memaksimalkan ruang kosong.
Manajer Manchester United, Michael Carrick
Photo :
- Manchester United
Perubahan pendekatan tersebut terbukti efektif pada babak kedua. Cunha berhasil memenangkan penalti setelah dilanggar bek Crystal Palace, Maxence Lacroix, yang kemudian menerima kartu merah. Situasi itu menjadi momentum penting bagi Manchester United untuk mengendalikan pertandingan.
Bruno Fernandes sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti, sebelum Benjamin Sesko mencetak gol kemenangan yang memastikan tambahan tiga poin bagi tim asuhan Carrick. Hasil tersebut melanjutkan tren positif United sejak Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim, dengan raihan 19 poin dari kemungkinan maksimal 21 poin.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Carrick menjelaskan bahwa percakapan tersebut bukan sesuatu yang rumit, melainkan penyesuaian kecil dalam aspek posisi dan pengambilan ruang.
"Matheus sangat pandai dalam hal ingin mengetahui hal-hal tertentu dan itu hanyalah salah satunya, mungkin karena dia adalah orang yang paling dekat dengan saya sehingga kami akhirnya melakukan percakapan itu,” ujar Carrick dikutip dari Manchester Evening News, Senin 2 Maret 2026.
Carrick juga menilai Cunha tampil berbahaya ketika bergerak ke sisi lapangan dan menghadapi situasi satu lawan satu. Namun, keputusan untuk lebih masuk ke area tengah pada momen tertentu akhirnya menghasilkan penalti yang menjadi titik balik pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dia sadar akan di mana ruang kosong berada dan bagaimana cara menyerang ruang kosong tersebut. Terkadang dia bergerak ke sisi lapangan, terutama di babak kedua, terkadang dia terlihat berbahaya saat berhadapan satu lawan satu di sisi lapangan, dan itu adalah sesuatu yang bisa dia lakukan,” sambungnya
Kemenangan atas Crystal Palace membawa Manchester United naik ke posisi ketiga klasemen setelah menyalip Aston Villa. Selanjutnya, United dijadwalkan menghadapi Newcastle United pada pertengahan pekan sebelum menjamu tim asuhan Unai Emery dalam laga berikutnya dua pekan mendatang.
Klasemen Premier League: Manchester United Tembus 3 Besar, Arsenal Tetap Kokoh di Puncak
Seluruh pertandingan pekan ke-28 Premier League telah rampung digelar. Sejumlah perubahan terjadi di papan atas klasemen, termasuk Manchester United ke 3 besar
VIVA.co.id
2 Maret 2026

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
