Selasa, 7 April 2026 - 22:50 WIB
VIVA – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan menyatakan bahwa "pembunuhan" dan "kejahatan" terhadap kepemimpinan Iran tidak akan menghentikan jalannya negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Khamenei memberikan penghormatan kepada Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC Majid Khademi atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam "berbagai upaya senyap di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan" Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia juga menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) beralih ke "terorisme dan pembunuhan" setelah mengalami "kekalahan beruntun." Khademi tewas di Teheran pada Senin, 6 April 2026 akibat sebuah serangan udara yang diklaim Israel.
Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan sejawat Khademi serta para komandan lainnya di lingkungan Organisasi Intelijen IRGC.
Khademi ditunjuk sebagai kepala organisasi intelijen pada Juni 2025 lalu, setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel yang menewaskan Mohammad Kazemi, mantan kepala organisasi sebelumnya.
Sebelum penunjukannya, Khademi menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Iran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah.
Presiden Pezeshkian: 14 Juta Warga Siap Mati Bela Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pada hari Selasa bahwa lebih dari 14 juta warga Iran telah secara sukarela "mengorbankan nyawa mereka untuk membela negara."
VIVA.co.id
7 April 2026

3 hours ago
2











