MSCI Pertahankan Status RI, Prospek Investasi Masih Sangat Menjanjikan

2 days ago 2

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:11 WIB

Jakarta, VIVA – Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam Global Market Accessibility Review 2026 memastikan RI Tetap masuk dalam klasifikasi emerging market. Namun, pasar modal RI mendapatkan ada catatn terkait aspek information flow atau arus informasi pasar.

Merespons hal tersebut, Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed mengatakan bahwa perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia dapat menjadi katalis positif ke depannya. Termasuk untuk memperkuat daya saing pasar keuangan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sejarah menunjukkan bahwa pasar modal yang sukses dibangun melalui proses perbaikan berkelanjutan. Korea Selatan dan India memperkuat daya saing pasar mereka melalui modernisasi regulasi, peningkatan tata kelola, dan transparansi yang lebih baik. Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan hal tersebut,” kata Shan, dikutip Jumat, 19 Juni 2026.

Dia menjelaskan, prospek ekonomi Indonesia masih sangat menjanjikan. Ia melihat kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, struktur demografi yang produktif, disiplin fiskal, kekayaan sumber daya alam, serta berlanjutnya agenda reformasi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkembang.

“Di tengah ekonomi global yang semakin terfragmentasi, negara yang memiliki kombinasi skala, stabilitas, demografi, sumber daya alam, dan momentum reformasi semakin langka. Indonesia tetap menjadi salah satu di antaranya,” ujarnya.

Shan menilai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan paling menarik di kawasan.

“Ekonomi besar tidak ditentukan oleh seberapa besar sorotan yang mereka hadapi, tetapi oleh kemampuan mereka mengubah sorotan tersebut menjadi reformasi, reformasi menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi pembentukan modal jangka panjang. Trajektori Indonesia menunjukkan bahwa negara ini sedang melakukan hal tersebut,” katanya.

Optimisme tersebut didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, baik di kawasan ASEAN maupun kelompok G20.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di saat banyak negara maju hanya mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 1 hingga 2 persen, Indonesia masih mampu mempertahankan laju ekspansi ekonomi di atas 5 persen.

Shan menjelaskan, daya tahan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, arus investasi yang terus masuk, serta kebijakan makroekonomi yang dinilai kredibel. 

Halaman Selanjutnya

Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB) tercatat tumbuh 5,52 persen, sementara realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar Rp498,8 triliun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |