Jakarta, VIVA – Setiap orang pasti pernah merasakan marah, kecewa, sedih, cemas, atau frustrasi. Emosi merupakan bagian alami dari kehidupan dan menjadi cara tubuh merespons berbagai situasi yang dihadapi.
Namun, ketika emosi tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa memengaruhi hubungan dengan orang lain, kesehatan mental, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banyak orang menganggap mengelola emosi berarti menahan amarah atau memendam perasaan. Padahal, para ahli psikologi menjelaskan bahwa mengelola emosi bukan tentang mengabaikan apa yang Anda rasakan, melainkan mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat.
Kemampuan regulasi tersebut, membuat seseorang akan lebih mudah mengambil keputusan secara rasional meski berada dalam situasi penuh tekanan. Lantas, bagaimana cara mengelola emosi dengan baik? Berikut beberapa langkahnya, sebagaimana dihimpun Viva dari Self, Sabtu, 27 Juni 2026.
1. Kenali dan beri nama emosi yang Anda rasakan
Langkah pertama dalam mengelola emosi adalah mengenali apa yang sebenarnya sedang Anda rasakan. Jangan hanya mengatakan bahwa Anda sedang kesal atau bad mood. Cobalah mengidentifikasi emosi secara lebih spesifik, misalnya merasa kecewa, takut, cemas, malu, atau tidak dihargai.
Semakin jelas Anda mengenali emosi tersebut, semakin mudah pula otak memprosesnya. Cara sederhana ini juga dapat membantu menurunkan intensitas emosi sehingga Anda tidak mudah bereaksi secara impulsif.
2. Beri jeda sebelum bereaksi
Ketika emosi sedang memuncak, hindari mengambil keputusan atau langsung meluapkan amarah. Berikan waktu beberapa saat agar tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Anda dapat menarik napas perlahan selama beberapa detik, kemudian mengembuskannya secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga detak jantung mulai stabil. Jeda singkat ini sering kali cukup membantu mencegah Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang nantinya disesali.
3. Ubah cara memandang situasi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak semua hal yang membuat Anda marah terjadi karena niat buruk orang lain. Oleh karena itu, cobalah melihat sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda.
Sebagai contoh, jika pesan Anda belum dibalas, jangan langsung berpikir bahwa seseorang sengaja mengabaikan Anda. Bisa saja ia sedang sibuk atau belum sempat membalas. Mengubah cara memandang suatu peristiwa dapat membantu mengurangi kemarahan sekaligus meningkatkan kemampuan mengendalikan diri.
Halaman Selanjutnya
4. Tuliskan apa yang sedang dirasakan

2 weeks ago
5











