Muntah Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Lengkap Buya Yahya yang Perlu Diketahui

1 week ago 3

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:03 WIB

Jakarta, VIVA – Pertanyaan tentang muntah saat berpuasa sering muncul setiap bulan Ramadhan. Banyak orang panik ketika tiba-tiba mual dan muntah di siang hari karena takut puasanya batal. Lalu, sebenarnya apakah muntah bisa membatalkan puasa?

Ulama kondang Buya Yahya memberikan penjelasan rinci mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa hukum muntah dalam puasa bergantung pada apakah dilakukan dengan sengaja atau tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja. Muntah dengan sengaja. Kalau orang muntah tidak sengaja, nggak batal,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa, 3 Maret 2026. 

Artinya, jika seseorang muntah karena kondisi tertentu seperti sakit, mual saat hamil muda, mabuk perjalanan, atau karena mencium bau yang menyengat, maka puasanya tetap sah.

"Hamil muda muntah, naik kendaraan mabuk muntah, tiba-tiba masak sesuatu bau muntah. Nggak apa-apa, nggak batal,” ujarnya lagi. 

Berbeda halnya jika muntah dilakukan dengan sengaja. Misalnya dengan cara memancing muntah atau memasukkan sesuatu ke tenggorokan agar isi perut keluar. Jadi, unsur kesengajaan menjadi kunci utama dalam menentukan batal atau tidaknya puasa.

"Yang membatalkan muntah dengan sengaja. Digorok perutnya muntah atau cari bau yang paling nggak enak biar keluar biar muntah,” jelas Buya. 

Namun ada catatan penting yang sering tidak diketahui banyak orang. Meski muntahnya tidak disengaja, tetap ada hal yang harus diperhatikan agar puasa tidak menjadi batal.

"Asalkan habis muntah yang tidak sengaja tadi, jangan nelen ludah sebelum berkumur,” jelasnya lagi. 

Mengapa demikian? Karena muntahan berasal dari dalam perut dan dihukumi sebagai najis ketika keluar melalui tenggorokan hingga ke mulut.

"Muntahan dari dalam perut kita itu najis lewat tenggorokan ke mulut. Berarti mulut kita kena apa? Kena najis,” tegasnya. 

Cara mensucikannya bukan dengan meludah berkali-kali, melainkan dengan berkumur menggunakan air bersih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maka cara membersihkannya mulut yang terkena najis cukup ambil air bersih seperti ini, umur selesai,” terang Buya. 

Jika seseorang langsung menelan ludah sebelum berkumur, maka puasanya bisa batal.

Halaman Selanjutnya

"Kenapa? Karena ludah ditelan menjadi batal puasa kalau habis muntah tadi sebelum berkumur. Karena ludahnya sudah tidak murni lagi kayak yang pertama tadi. Ingat karena ludah sudah bercampur dengan najis,” tandasnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |