Netanyahu Sebut Perang Melawan Iran Demi Perdamaian di Timur Tengah

1 week ago 3

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:07 WIB

VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang AS dan Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran pasti akan ada akhirnya. Menurutnya, kehancuran rezim Iran akan membuka jalan bagi "banyak perjanjian perdamaian" dengan negara-negara Muslim lainnya di kawasan tersebut.

"Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir," kata Netanyahu kepada Fox News, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita akan menciptakan kondisi terlebih dahulu agar rakyat Iran dapat mengendalikan nasib mereka sendiri, untuk membentuk pemerintahan terpilih secara demokratis mereka sendiri, yang akan membuat Iran yang berbeda sama sekali," imbuhnya

Netanyahu menunjuk Arab Saudi sebagai negara yang menurutnya akan mendapat manfaat signifikan dari runtuhnya rezim Iran saat ini. "Jadi, ini adalah pintu gerbang menuju perdamaian, menuju perdamaian yang lebih luas. Dan saya percaya bahwa kita dapat mencapainya," tambah Netanyahu.

"Hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa ketika kita bekerja sama, Presiden Trump dan saya, kita telah mencapai empat terobosan untuk perdamaian. Melalui kerja sama Presiden Trump dengan saya, kita telah memediasi—kita telah mewujudkan Kesepakatan Abraham, yaitu empat perjanjian perdamaian dengan empat negara Arab.

"Dan sekarang, dengan bekerja sama melawan Iran, kita akan mampu mewujudkan lebih banyak lagi perjanjian perdamaian. Jadi, ini bukanlah perang tanpa akhir. Ini adalah jalan menuju perdamaian." "Ini justru kebalikan dari apa yang dikatakan orang-orang," tambahnya.

Pada hari Minggu, Trump mengatakan dalam sebuah video yang dibagikan di platform Truth Social miliknya: "Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini, berani, tegas, heroik, dan merebut kembali negara Anda."

Sejak Sabtu, serangan gabungan AS-Israel dilaporkan telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teheran telah merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan situs-situs yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk. Enam anggota militer AS telah tewas dan beberapa lainnya terluka parah.

Menurut Bulan Sabit Merah Iran, jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 555, termasuk setidaknya 165 siswi sekolah.

 Rudal balistik Iran

Iran Tegaskan Perang Akan Berakhir Ketika AS dan Israel Setop Agresi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berakhir "ketika agresi berhenti"

img_title

VIVA.co.id

3 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |