OJK Catat 1,8 Juta Investor Baru di Pasar Modal RI, Transaksi Harian Sentuh Rp25 Triliun

1 week ago 4

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Jakarta, VIVAMinat masyarakat untuk masuk ke pasar modal belum surut. Di tengah dinamika global dan fluktuasi indeks, partisipasi investor domestik justru kian menguat. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal bertambah 1,8 juta secara month to date (mtd) hingga 25 Februari 2026. Dengan adanya 'pemain baru', total investor pasar modal Indonesia tumbuh 12,34 persen secara year to date (ytd) menjadi 22,88 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lonjakan jumlah investor ini mendongkrak aktivitas perdagangan saham. Pada bulan Februari 2026, rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham mencapai Rp25,62 triliun sekaligus memperpanjang tren konsistensi transaksi di atas Rp20 triliun per bulan sejak Agustus 2025.

Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan tekanan di pasar saham domestik mulai mereda pada Februari. Investor ritel tetap mendominasi transaksi dengan porsi 53 persen, meski turun dari 58 persen pada bulan sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi

Photo :

  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Dari sisi aliran dana asing, investor nonresiden membukukan net buy sebesar Rp0,36 triliun pada Februari 2026. Capaian ini berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang mencatatkan net sell Rp9,88 triliun. 

Namun, OJK tetap mewaspadai volatilitas pasar pada awal Maret 2026 yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Hasan menegaskan OJK terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk mengambil langkah kebijakan yang diperlukan.

Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI terapresiasi 0,45 persen mtd atau 0,29 persen ytd ke level 442,12 per 27 Februari 2026. Imbal hasil (yield) SBN rata-rata mengalami kenaikan sebesar 1,76 bps mtd atau 10,04 bps ytd. 

Adapun investor nonresiden di pasar SBN terpantau membukukan net sell sebesar Rp3,35 triliun secara mtd. Sementara itu, di pasar obligasi korporasi net sell tercatat sebesar Rp0,30 miliar secara mtd.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah dinamika geoplitik di Timur Tengah yang semakin memanas, industri pengelolaan investasi menunjukkan kinerja positif. Nilai asset under management (AUM) mencapai Rp1.115,71 triliun per 26 Februari 2026 atau naik 1,11 persen mtd atau 7 persen ytd. 

Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp726,26 triliun, tumbuh 3,55 persen mtd dan 7,54 persen ytd. Pertumbuhan NAB ditopang oleh net subscription reksa dana sebesar Rp16,09 triliun mtd atau Rp43,12 triliun ytd. 

Halaman Selanjutnya

Dari sisi penghimpunan dana, korporasi berhasil meraup Rp39,09 triliun hingga 27 Februari 2026 melalui 32 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk. Dalam pipeline, terdapat 25 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp16,83 triliun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |