Om Zein Dipanggil Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Klarifikasi Soal Lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’

3 hours ago 1

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:37 WIB

VIVA – Nama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau disapa Om Zein jadi perhatian publik setelah memperkenalkan lagu yang berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’.

Lagu berbahasa Sunda itu memicu polemik di berbagai kalangan karena dinilai mendiskreditkan atau merendahkan perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelombang kritik masih terus mengalir kepadanya, tak sedikit netizen memberikan reaksi ketus di akun Instagram miliknya.

Kini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta itu ke kantor Gubernur di Bandung untuk menjelaskan maksud dari lagu tersebut.

Meski tidak dapat memberikan hukuman, namun Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pembinaan terhadap kepala daerahnya. 

Dihadapan Dedi Mulyadi, Om Zein mengungkapkan bahwa lagu tersebut berawal dari suasana kebatinannya dahulu jauh sebelum menjadi Bupati.

Menurutnya setiap orang menghadapi perjalanan spiritual yang berbeda-beda, termasuk dengan dirinya.

“Jadi kan perjalanan spiritual setiap orang tuh kan berbeda-beda. Kisah hidup seseorang selalu berbeda-beda. Cerita cinta, cerita asmara setiap orang itu berbeda-beda. Termasuk cerita cinta, asmara dan keluarga saya,” ungkap Om Zein pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein

Photo :

  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Awalnya ia menulis lirik lagu tersebut dalam bentuk puisi pada tahun 2020 yang berangkat dari kisahnya menjadi seorang pengembara yang tersesat.

Kemudian Dedi Mulyadi meluruskan bahwa lagu ini dibuat berkaitan dengan karakter Om Zein yang dahulu merupakan seorang lelaki nakal petualang cinta.

“Saya suka menyebutkan, ini adalah Bupati yang jujur karena mengakui sebelum menjadi Bupati sudah meniduri sekian ratus wanita, betul nggak?” terang Dedi Mulyadi.

“Iya jadi cerita tentang diri saya sendiri,” jawab Bupati Purwakarta itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Om Zein juga menerangkan mengapa dirinya menggunakan kalimat-kalimat tersebut untuk menggambarkan suasana hatinya saat itu.

“Saya berpikir pada saat itu, kenapa saya pakai dengan kalimat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang menciptakan saya jadi laki-laki. Karena kalau saya diciptakan menjadi perempuan dan tentunya saya nakal karena laki-laki juga dalam posisi nakal, maka saya akan beresiko tinggi seperti apa yang disebutkan dalam lagu itu,” jelas Om Zein.

Halaman Selanjutnya

“Jadi mungkin saya waktu SMP kelas 3 sudah keguguran karena nakal. Terus karena saya jadi perempuan nakal maka saya akan selalu bersolek,” sambungnya menjelaskan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |