VIVA – Penggunaan gawai pada anak kini menjadi hal yang sulit dihindari. Smartphone, tablet, hingga laptop sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bermain, maupun menikmati hiburan.
Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan tepat. Namun, di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat membawa dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak sedikit orang tua yang memberikan gawai agar anak lebih tenang saat di rumah atau ketika sedang bepergian. Sayangnya, kebiasaan tersebut bisa membuat durasi screen time meningkat tanpa disadari.
Jika berlangsung terus-menerus, berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kesehatan fisik, kemampuan berpikir, hingga kondisi emosional, dapat ikut terpengaruh. Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami dampak penggunaan gawai berlebihan pada anak sekaligus mengetahui cara mengatasinya.
Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dihimpun dari The Guardian, Kamis, 9 Juli 2026.
Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak
1. Mengganggu kualitas tidur
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah terganggunya pola tidur anak. Paparan cahaya dari layar gawai, terutama pada malam hari, dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.
Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tidur, waktu tidurnya lebih pendek, atau kualitas tidurnya menurun. Kurang tidur juga dapat membuat anak mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah rewel saat beraktivitas.
2. Menurunkan kemampuan konsentrasi
Anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung terbiasa menerima rangsangan visual dan audio secara cepat. Kondisi ini dapat membuat mereka kesulitan mempertahankan fokus saat belajar, membaca buku, atau mengerjakan tugas sekolah.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan perhatian lebih lama.
3. Memengaruhi perkembangan bahasa
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada balita dan anak usia dini, perkembangan bahasa sangat bergantung pada interaksi langsung dengan orang tua maupun orang di sekitarnya.
Jika waktu anak lebih banyak dihabiskan di depan layar dibandingkan berkomunikasi secara langsung, kesempatan untuk belajar kosakata, melatih kemampuan berbicara, dan memahami ekspresi orang lain menjadi lebih sedikit. Hal ini berpotensi menghambat perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasi.
Halaman Selanjutnya
4. Meningkatkan risiko gangguan emosi

3 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
