Pasca Insiden Mahasiswa Tangkap Intel di Area Kampus, Rektorat UMY Buka Suara

2 days ago 1

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:27 WIB

VIVA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib kini menjadi ramai dibicarakan publik setelah adanya insiden seorang anggota intelijen Polda DIY diduga menyusup ke lingkungan kampus UMY.

Seorang anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa usai melakukan unjuk rasa di titik 0 KM Kota Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat massa dari lokasi unjuk rasa kembali menuju kampus, mereka dikejutkan oleh sosok asing yang bukan bagian dari mereka.

Kemudian, sosok yang mengaku sebagai anggota intelijen kepolisian itu diamankan oleh mahasiswa.

“BEM KM UMY mencatat aksi aliansi UMY Bergerak berjalan tertib dan kondusif. Namun kepulangan massa ke kampus diwarnai insiden mengejutkan ketika seorang sosok asing yang diduga memata-matai peserta aksi di gerbang utama tidak mampu menunjukkan identitas dan berupaya kabur namun langkahnya digagalkan oleh massa,” tulis aliansi UMY Bergerak pada keterangan resminya di akun Instagram @umy_bergerak.

Menanggapi insiden ini, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir mengungkapkan pihak kepolisian seharusnya tidak perlu sampai masuk ke wilayah kampus, cukup memantau di luar kampus saja.

“Seharusnya memang tidak perlu sampai ke kampus,” ungkap Zuly Qodir dalam keterangan resminya.

Intel diamankan oleh mahasiswa UMY

Photo :

  • Instagram @umy_bergerak

Zuly Qodir mengatakan kepolisian diharapkan hanya melihat dan memantau di luar kampus bila hanya ingin mengawasi dan melaporkan situasi dari aksi unjuk rasa tersebut.

Maka dapat dipastikan tidak akan terjadi insiden pengamanan dari mahasiswa seperti itu.

“Sebetulnya kalau begitu, pasti tidak ada insiden seperti yang semalam itu. Tapi karena dia masuk jadi ya terpaksa ada insiden dan diteriaki macam-macam dikerumuni banyak mahasiswa,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan seluruh mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa telah didata sebelum menyampaikan aspirasinya.

“Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, ketika kembali jumlahnya harus sesuai. Itu bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung,” jelas Zuly.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanggapan Polda DIY

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan membenarkan bila ada seorang anggotanya yang bertugas dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Halaman Selanjutnya

Pihaknya membenarkan bahwa petugas yang diamankan merupakan anggota resmi Polda DIY yang menjalankan tugasnya untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |