Jakarta, VIVA – Pemerintah mengakui sektor industri nasional tengah menghadapi tekanan yang semakin berat di tengah mencuatnya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia. Meski belum menerima laporan terbaru mengenai kondisi di perusahaan tersebut, pemerintah menegaskan telah menyiapkan langkah antisipasi melalui Satgas Mitigasi PHK untuk memantau perkembangan di berbagai sektor.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan dirinya belum memperoleh pembaruan informasi terkait kabar PHK yang disebut-sebut terjadi di Tokopedia. Namun, menurutnya pemerintah telah memiliki mekanisme untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan apabila terjadi gelombang PHK di dunia usaha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya enggak ngerti ya, gak update untuk itu. Karena kan sudah ada Satgas Mitigasi PHK di dengan Kemenaker," kata Susiwijono kepada tvOnenews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.
Meski belum berbicara secara spesifik mengenai Tokopedia, Susiwijono menilai tekanan yang dihadapi dunia industri saat ini memang nyata dan terjadi di banyak sektor.
Industri Hadapi Tekanan dari Sisi Input dan Output
Menurut Susiwijono, kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang telah bergeser dari fase ekspansi menuju kontraksi. Perubahan itu menunjukkan aktivitas industri mengalami perlambatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap industri datang dari dua arah sekaligus, yakni meningkatnya biaya produksi akibat terganggunya pasokan bahan baku dan melemahnya permintaan ekspor karena perlambatan perdagangan dunia.
"Cuman kalau secara umum sebenarnya, memang kan seperti yang angka PMI, PMI itu kan mengindikasikan industri manufaktur sekarang sebagian besar turun PMI-nya dan bahkan beberapa masuk ke kontraksi. Kalo kita kan dari ekspansi masuk ke kontraksi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari sisi produksi, industri harus menghadapi kenaikan harga bahan baku karena rantai pasok global terganggu oleh konflik geopolitik yang masih berlangsung.
"Ya itu tadi, tekanan globalnya itu memang dua sisi. Sisi input sama output untuk industri. Sisi inputnya industri kan memang bahan baku kan supply-nya terganggu dengan konflik global geopolitik seperti itu. Harganya jadi tinggi. Jadi dari sisi input memang ada gangguan seperti itu, dan harganya menjadi tinggi," katanya.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, dari sisi penjualan, pasar ekspor juga mengalami perlambatan karena aktivitas perdagangan internasional ikut melemah.

6 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259900/original/052275700_1781518574-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_17.01.22.jpeg)