Senin, 23 Februari 2026 - 15:41 WIB
VIVA – Pengadilan Distrik Shushan, Kota Hefei, Tiongkok, menjatuhkan hukuman penjara terhadap dua pemimpin Gereja Ganquan setelah lebih dari dua tahun proses hukum yang diwarnai penahanan dan penundaan persidangan.
Pendeta Zhou Songlin divonis empat tahun enam bulan penjara serta denda 30.000 yuan. Sementara itu, Penatua Ding Zhongfu dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda 28.000 yuan. Keduanya ditahan di Pusat Penahanan Pria Hefei di Kabupaten Changfeng sejak penangkapan mereka pada akhir 2023.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam putusannya, pengadilan juga memerintahkan penyitaan lebih dari 366.000 yuan yang dinilai sebagai "pendapatan ilegal", serta membuka kemungkinan penagihan sisa dana dan pemusnahan aset yang disita, termasuk rekening bank yang telah dibekukan.
Kelompok pengawas Bitter Winter terakhir kali melaporkan kasus ini pada Maret 2025, ketika penuntutan baru saja dipindahkan ke Pengadilan Distrik Shushan dan keretakan internal di dalam gereja mulai terlihat.
Pada saat itu, mengungkapkan ciri-ciri pola yang familiar: sebuah gereja rumahan yang telah lama berdiri, beroperasi secara damai selama beberapa dekade, tiba-tiba menjadi sasaran dengan dalih "penipuan," sebuah tuduhan yang semakin sering digunakan oleh pihak berwenang untuk membubarkan komunitas Kristen yang tidak terdaftar.
Gereja Ganquan telah beroperasi sekitar 20 tahun dan memiliki lebih dari 400 jemaat di Hefei. Sebagai gereja rumahan yang tidak terdaftar secara resmi, gereja ini tidak bergabung dengan organisasi keagamaan yang diakui pemerintah. Aset-aset gereja dibeli secara terbuka melalui sumbangan anggota—terdaftar atas nama pendeta dan penatua, yang kemudian menjadi bagian dari dasar tuduhan kriminal.
Penindakan bermula pada 30 November 2023, ketika aparat kepolisian menggerebek rumah Pendeta Zhou, Penatua Ding, serta beberapa rekan mereka. Zhou dan Ding langsung ditahan, sementara tiga lainnya diperiksa dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sepanjang 2024, proses hukum berjalan lambat dengan sejumlah penundaan. Beberapa anggota gereja mengajukan petisi kepada otoritas setempat, menyatakan bahwa tidak ada jemaat yang merasa dirugikan atau menjadi korban penipuan. Namun, permohonan tersebut tidak mendapat tanggapan resmi.
Kuasa hukum dan keluarga terdakwa menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan seluruh dana gereja digunakan untuk kegiatan ibadah dan kebutuhan komunitas.
Halaman Selanjutnya
Kasus ini menambah daftar penindakan terhadap gereja rumahan di berbagai wilayah Tiongkok. Sejak pidato Presiden Xi Jinping dalam Konferensi Nasional tentang Pekerjaan yang Berkaitan dengan Urusan Agama pada Desember 2021, pemerintah daerah didorong untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas keagamaan yang tidak terdaftar.

2 weeks ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
