Pengusaha RI Siapkan Mitigasi Risiko Dampak Jangka Pendek Konflik Iran-Israel

1 week ago 5

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:44 WIB

Jakarta, VIVA – Para pengusaha menyiapkan mitigasi risiko menghadapi potensi dampak kondisi di Timur Tengah yaitu konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Mitigasi berfokus pada solusi yang bersifat realistis dan adaptif sebagai langkah awal dan jangka pendek.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengungkapkan, beberapa langkah tersebut di antaranya melalui penyesuaian struktur biaya produksi dan distribusi, dan peningkatan efisiensi operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Secara keseluruhan, dunia usaha menyikapi kondisi ini dengan pendekatan 'wait and see but prepared' apabila tekanan global berlanjut,” kata Shinta dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 3 Januari 2026.

Lebih lanjutdia mengatakan, penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin termasuk pengelolaan eksposur valas, diversifikasi sumber pasokan, hingga pemanfaatan instrumen lindung nilai atau natural hedging yang tersedia.

Shinta mengatakan Apindo mendorong pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi dan pangan secara terukur, memperkuat cadangan dan distribusi logistik strategis, memastikan disiplin fiskal dan kebijakan moneter serta pengelolaan utang yang prudent, dan memberikan dukungan terarah kepada sektor-sektor ekonomi yang berpotensi terdampak.

“Di saat yang sama, penting bagi Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, menjaga posisi netral, serta mengedepankan prinsip perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar dia.

Shinta menilai pendekatan yang tidak reaktif akan memastikan Indonesia tidak terseret ke dalam pusaran konflik geopolitik yang berpotensi menambah risiko ekonomi domestik.

Stabilitas politik dan kredibilitas diplomatik pun, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pasar serta keberlanjutan aktivitas dunia usaha.

“Pada akhirnya, koordinasi kebijakan yang solid dan terukur akan sangat menentukan daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” kata Shinta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.

Serangan itu juga menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran tewas. Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Logo Bank Indonesia.

BI Waspadai Melonjaknya Inflasi Terdorong Naiknya Harga Minyak Dunia

BI terus mencermati risiko domestik menyusul tingginya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Dinamika tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia.

img_title

VIVA.co.id

3 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |