Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menargetkan peluncuran sistem perlindungan sosial (Perlinsos) digital berbasis kecerdasan buatan (AI) pada minggu ketiga bulan Oktober 2026.
Sebagai Ketua Komite Percepatan Digitalisasi Bantuan Perlinsos, Luhut mengaku telah ditugaskan langsung oleh Presiden Prabowo untuk segera meluncurkan Perlinsos digital berbasis AI tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat diluncurkan nanti, Dia berharap bahwa 80 persen proses uji cobanya sudah rampung, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal pendataan dan pengelompokan desil.
"Di minggu ketiga (Oktober 2026) kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen (uji cobanya) ini sudah selesai," kata Luhut dalam konferensi pers di kantornya, Kamis, 10 September 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan
Photo :
- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Dia berharap, program yang nantinya bakal dinamakan Gerakan Nasional Perlinsos sebagaimana yang sudah diajukan kepada Presiden Prabowo itu, sudah bisa menyelesaikan berbagai kendala yang ditemui dalam proses uji coba saat diluncurkan nantinya.
"Karena masalahnya tentu tidak sesederhana itu. Banyak masalah mengenai (pendataan dan pengelompokan) desil-desil. Jadi saya berharap pada waktu presiden roll out di bulan Oktober nanti, sudah hampir tidak ada masalah yang serius," ujarnya.
Luhut juga berharap, nantinya sistem Perlinsos Digital berbasis AI ini akan mampu mentransfer langsung bansos-bansos pemerintah, kepada para penerima manfaat secara tepat sasaran.
Terlebih, nantinya pemerintah juga akan melengkapi sistem tersebut dengan pembukaan rekening massal bagi masyarakat Indonesia, agar bisa menerima langsung transfer bansos tersebut.
Program pembukaan rekening bank gratis yang rencananya akan dilakukan via BRI dan BSI itu, nantinya akan menyasar masyarakat termiskin Indonesia yang jumlahnya sekitar 50 juta orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Presiden kemarin kebetulan juga sudah memberikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya, nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat," kata Luhut.
"Jadi itu arahan presiden. Diharapkan dengan begitu akan memberi keadilan kepada masyarakat termiskin yang (jumlahnya) tadi ada 50 juta jiwa. itu sudah pasti mereka akan diberikan," ujarnya.
Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu Jadi Presiden
Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya satu angkatan di akademi militer (akmil) dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun SBY lulus duluan
VIVA.co.id
10 September 2026

3 hours ago
1











