Jakarta, VIVA – Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, memastikan bahwa pihaknya siap menjaga pasokan energi nasional selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Dia mengaku, hal itu antara lain dilakukan melalui pengoperasian Satuan Tugas Ramadhan-Idul Fitri (Satgas RAFI), untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi masyarakat saat mudik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Stok BBM, LPG, dan avtur sudah aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Baron di Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Maret 2026.
Motoris BBM Pertamina Layani Pemudik Habis Bensin di Jalan Tol
Photo :
- VIVA.co.id/Anisa Aulia
Dia menjelaskan, Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi mengandalkan sinergi seluruh subholding, mulai dari hulu hingga hilir, untuk menjaga ketahanan energi nasional pada periode puncak konsumsi tersebut.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y. Nasroen menjelaskan, dari sisi hulu, pihaknya memastikan kegiatan produksi dan lifting migas tetap berjalan normal, dengan pengawasan keselamatan yang diperketat selama periode Ramadhan dan Idulfitri.
“Selama Ramadhan dan Idul Fitri, operasi hulu migas tetap berjalan normal dengan pengawasan diperketat. Tidak ada penurunan standar keselamatan maupun pengurangan kontrol operasional," ujarnya.
Sementara dari sisi hilir, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) selama Satgas RAFI 2026, diproyeksikan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal.
“Gasoline ini adalah grup dari BBM setara bensin, seperti Pertalite dan Pertamax, mengalami peningkatan sekitar 12 persen dari konsumsi normal,” ujar Roberth.
Sebaliknya, konsumsi kelompok BBM jenis solar (gasoil) diperkirakan turun sekitar 14,5 persen, seiring pembatasan operasional kendaraan logistik selama masa libur Lebaran.
Untuk komoditas lainnya, Roberth menyebutkan penyaluran LPG selama periode Satgas diproyeksikan naik sekitar 4 persen.
"Sementara permintaan avtur diperkirakan meningkat 2,8 persen dan minyak tanah naik sekitar 4,2 persen dibandingkan kondisi normal," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Guna mendukung kelancaran distribusi energi, Pertamina menyiagakan infrastruktur nasional yang meliputi 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 6.777 Pertashop, 6.662 agen LPG, 757 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE), serta 223 agen minyak tanah.
Di jalur-jalur potensial mudik, Pertamina juga mengoperasikan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam, sekitar 6.300 agen LPG siaga, 96 unit layanan modular BBM, serta 62 Kios Pertamina Siaga di 64 titik lokasi.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, Pertamina menyediakan layanan tambahan seperti motoris untuk kondisi darurat di jalur padat serta fasilitas Serambi MyPertamina sebagai tempat istirahat pemudik di sejumlah rest area, bandara, dan lokasi wisata.

1 week ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
