Jakarta, VIVA - Zentara Technologies mengumumkan telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 - standar internasional untuk Artificial Intelligence Management Systems (AIMS).
Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Prescient Security pada 27 April 2026 di bawah akreditasi International Accreditation Service (IAS). Sertifikasi ini memposisikan Zentara di antara sejumlah kecil perusahaan di dunia yang telah diaudit berdasarkan standar internasional untuk tata kelola AI yang bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami menjadi perusahaan keamanan siber pertama di Indonesia, sekaligus salah satu penyedia teknologi paling awal di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi ini," kata Kepala Eksekutif Zentara Technologies, Regal Rauniyar Star, Jumat, 29 Mei 2026.
Sertifikasi ini mencakup Sistem Manajemen Artificial Intelligence milik Zentara di Zentara Technologies dan Zentara Labs, termasuk komponen AI pada platform SIEM (ZX) dan sistem AI vulnerability assessment (AVAS), beserta infrastruktur cloud pendukung di AWS dan Google Cloud Platform.
Departemen yang termasuk dalam cakupan sertifikasi meliputi Cybersecurity (Infrastructure, Dev, SecOps), IT Support, Compliance dan InfoSec, Procurement, HR dan Legal, serta Zentara Labs (product, dev, infra, project management, dan AI research).
Sertifikasi ini melengkapi sertifikasi ISO/IEC 27001 yang sebelumnya telah dimiliki Zentara untuk manajemen keamanan informasi, menjadikan Zentara sebagai salah satu dari sedikit perusahaan di kawasan yang tersertifikasi untuk kedua standar tersebut.
ISO/IEC 42001 merupakan standar internasional pertama yang menetapkan persyaratan tata kelola kecerdasan buatan di dalam organisasi. Standar ini mengatur kontrol di seluruh siklus hidup AI, mulai dari pengelolaan data, pengembangan model, implementasi, pemantauan, penanganan insiden, hingga penghentian sistem.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Proses audit dilakukan dalam dua tahap dan mensyaratkan bukti implementasi kebijakan yang berjalan, bukan sekadar dokumentasi. Bagi pelanggan di sektor yang memiliki regulasi ketat, ISO/IEC 42001 memberikan jaminan independen bahwa penyedia AI memiliki tata kelola, kontrol risiko, dan struktur akuntabilitas yang memadai untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab.
Standar ini juga semakin banyak dijadikan acuan regulator, termasuk dalam penyelarasan dengan EU AI Act dan kerangka kebijakan AI yang sedang berkembang di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Kerangka pengujian tata kelola AI Verify milik Singapura yang dikembangkan IMDA juga dipetakan langsung ke ISO/IEC 42001, sehingga memberikan jalur yang diakui bagi organisasi tersertifikasi untuk selaras dengan ekspektasi tata kelola AI di Singapura.

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)