Piala Dunia 2026 Gempar! 8 Pemain Tunisia Positif Doping, Penyebabnya Bikin Kaget

4 hours ago 1

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:31 WIB

VIVA – Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kabar mengejutkan. Kali ini datang dari Timnas Tunisia yang dikabarkan memiliki delapan pemain dengan hasil tes doping tidak normal selama turnamen berlangsung.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, penyebabnya diduga bukan karena penggunaan zat peningkat performa secara sengaja, melainkan berasal dari makanan yang dikonsumsi para pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan Daily Mail, delapan pemain Tunisia menunjukkan jejak clenbuterol dalam tes doping. Zat tersebut masuk dalam daftar larangan World Anti-Doping Agency (WADA) karena dapat membantu melebarkan saluran pernapasan dan pernah disalahgunakan untuk meningkatkan performa atlet.

Meski demikian, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kontaminasi daging yang dikonsumsi skuad Tunisia selama bermarkas di Meksiko, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Karena alasan tersebut, para pemain diperkirakan tidak akan menerima hukuman ataupun sanksi lanjutan.

Pihak klub dari para pemain yang bersangkutan juga telah diberi informasi mengenai situasi tersebut.

Diduga Berasal dari Daging Sapi

Kasus clenbuterol akibat makanan sebenarnya bukan hal baru di Meksiko.

Di negara tersebut, clenbuterol diketahui pernah digunakan secara ilegal sebagai zat pemacu pertumbuhan pada hewan ternak, khususnya sapi. Akibatnya, daging yang dikonsumsi manusia berpotensi mengandung residu zat tersebut.

Fenomena ini pernah menimpa sejumlah atlet internasional.

Pada Piala Emas CONCACAF 2011, lima pemain Timnas Meksiko sempat dinyatakan positif clenbuterol. Setelah penyelidikan, WADA menyimpulkan penyebabnya adalah daging yang terkontaminasi sehingga seluruh pemain dibebaskan dari segala tuduhan.

Kasus serupa juga terjadi di Piala Dunia U-17 2011 yang digelar di Meksiko. Saat itu, sebanyak 109 pemain tercatat memiliki jejak clenbuterol dalam tes doping. FIFA dan WADA akhirnya memutuskan tidak memberikan sanksi karena bukti mengarah pada kontaminasi makanan.

Menariknya, Timnas Meksiko saat itu justru lolos dari masalah tersebut karena sejak awal turnamen menerapkan pola makan khusus berupa ikan dan sayuran.

Aturan WADA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak 2022, WADA mengeluarkan pedoman baru terkait temuan clenbuterol dalam jumlah sangat kecil.

Jika kadar clenbuterol di urine berada di bawah ambang tertentu, hasilnya tidak langsung dikategorikan sebagai pelanggaran doping, melainkan Atypical Finding (ATF) atau temuan tidak lazim.

Halaman Selanjutnya

Dalam kondisi tersebut, investigasi akan dilakukan untuk memastikan apakah zat tersebut berasal dari konsumsi daging yang terkontaminasi. Apabila terbukti demikian, atlet tidak akan dikenai hukuman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |