Prabowo di Depan Pengusaha AS Pastikan Iklim Investasi RI Tak Kacau Balau: Situasinya Cukup Damai

2 weeks ago 5

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:20 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha Amerika Serikat menjamin pemerintah Indonesia senantiasa menjaga iklim berinvestasi tetap kondusif. Prabowo diketahui bertemu dengan Kamar Dagang AS (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO),

Dalam pidatonya di acara acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat, Rabu sore waktu setempat, Prabowo mejabarkan bahwa iklim investasi yang kondusif itu terlihat dari stabilitas di berbagai sektor mulai dari ekonomi dan politik. Kemudian adanya kepastian hukum (rule of law) yang menjadi prioritas utama pemerintah, dan komitmen untuk terus memberantas korupsi serta kartel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak ada satu pun yang akan berinvestasi di situasi atau di iklim yang serba tidak pasti, tidak stabil, atau bahkan kacau balau. Kami (Indonesia) cukup beruntung karena Indonesia cukup stabil dalam jangka waktu yang panjang, situasinya cukup damai. Kami pun melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, (kami) menghormati seluruh negara adidaya," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat acara Business Summit, dikutip Kamis, 19 Februari 2025.

Dalam pidato yang sama, Presiden Prabowo lanjut mengungkap prinsipnya, yang disampaikan dalam bentuk pepatah: "1.000 kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak". Prinsip itu, bagi Presiden Prabowo, tidak hanya diterapkan dalam kebijakan luar negeri "tetangga yang baik" (good neighbor policy), tetapi juga dalam politik dalam negeri.

Prabowo kemudian melanjutkan bagi dirinya kompetisi merupakan hal yang penting, tetapi setelah berkompetisi, yang terpenting adalah masing-masing pihak lanjut bekerja sama, berkolaborasi, dan saling berkompromi.

"Ini keyakinan saya, dan saya pikir sejarah telah mengajarkan itu kepada kita bahwa negara dengan level perkembangan seperti Indonesia harus mengutamakan kompromi, kerja sama dan kolaborasi antarelite di negara kami. Kompetisi harus ada, tetapi kolaborasi dan kerja sama untuk kepentingan lebih banyak orang perlu diutamakan," ujar Presiden menjelaskan strateginya menjaga stabilitas di dalam negeri.

Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyatakan penting untuk menjaga kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta menjaga disiplin fiskal dalam mengelola keuangan negara.

Halaman Selanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, Presiden kemudian mengungkap besaran investasi asing yang masuk Indonesia pada tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS. "Menurut saya, ini mencerminkan kepercayaan yang konkret terhadap perekonomian kami dengan ukurannya saat ini, potensi pertumbuhannya, dan stabilitas politik yang sejalan dengan kebijakan kami saat ini," kata Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |