Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menyebut penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan efisiensi yang signifikan bagi masyarakat, terutama dari sisi pengeluaran untuk bahan bakar. Penghematannya bisa mencapai 50 hingga 70 persen dibandingkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Peresmian Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026. Menurut Prabowo, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Motor Listrik Nasional Resmi Diluncurkan
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
"Kita tadi hitung, memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen. Pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," jelas Prabowo.
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam dan potensi energi yang besar. Karena itu, Indonesia dinilai tidak seharusnya terlalu bergantung pada pasokan energi dari negara lain.
Menurut Presiden, penggunaan kendaraan listrik, mulai dari motor, mobil, bus, hingga traktor listrik, dapat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sumber energi dalam negeri sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera," katanya.
Prabowo juga menyoroti besarnya pengeluaran Indonesia untuk memenuhi kebutuhan BBM dari luar negeri. Ia menyebut Indonesia mengeluarkan sekitar USD 28-30 miliar setiap tahun untuk BBM. Karena itu, pemerintah terus mendorong penggunaan sumber energi domestik.
Prabowo menyebut kebijakan B50 telah membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor diesel. Pemerintah juga akan mendorong penggunaan energi alternatif lainnya.
"Bahkan seharusnya kita tidak impor lagi (bahan bakar) diesel dari luar," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mendorong pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Ia berharap produksi kendaraan listrik di Indonesia dapat berkembang dalam jumlah besar dan membentuk ekosistem industri yang kuat.
"Kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Motor Listrik Nasional Resmi Diluncurkan
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden menegaskan kembali bahwa keberanian mengambil inisiatif dan menghadapi risiko merupakan bagian penting dalam membangun industri nasional.
Halaman Selanjutnya
"Mereka yang berinisiatif itu adalah mereka-mereka yang berani menghadapi risiko. Tapi tidak ada kemenangan tanpa inisiatif. Tidak ada keberhasilan tanpa keberanian," pungkasnya.

4 hours ago
1


















